Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nasib Opsel Keluar Dana Besar, Netflix-TikTok Cs yang Nikmati
    Insight News

    Nasib Opsel Keluar Dana Besar, Netflix-TikTok Cs yang Nikmati

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Desember 2023Updated:28 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Operator seluler Indonesia dihadapi dengan beban besar termasuk penyediaan infrastruktur jaringan. Sayangnya yang menikmati keuntungan tersebut adalah platform Over-The-Top atau OTT.

    Pengamat Telekomunikasi, Kamilov Sagala mencontohkan opsel dibebankan membayar USO atau Universal Service Obligation. Ini dilakukan untuk membangun infrastruktur 3T.

    “Kita lihat betapa sedihnya operator yang sudah membangun infrastruktur, yang menikmati OTT,” kata Kamilov dalam diskusi Urgensi Regulasi OTT Demi Mengembalikan Kesehatan Industri Selular, di Jakarta, Kamis (28/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia menambahkan OTT bakal jadi pemain utama. Sementara infrastruktur yang dibangun oleh operator bertugas menjadi pemain pendukung.

    “Operator bukan lagi jadi pemain utama, OTT pemain yang utama dan infrastruktur jadi pendukung saja,” ungkapnya.

    Kamilov menambahkan pemerintah perlu membuat aturan soal OTT. Misalnya bisa ikut membayar USO ataupun biaya hak penyelenggara.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel, Sigit Puspito Wigati Jarot menegaskan perlunya regulasi terkait OTT. Salah satu alasannya untuk keberlanjutan hidup operator.

    Namun selain itu juga ada dampak besar lain yang mungkin muncul karena ketidakadilan tersebut. Yakni tidak bisa menggelar infrastruktur karena operator tak sanggup lagi dengan beban yang sangat banyak.

    “Contoh, ketika operator tidak bisa survive lagi, karena bebannya sangat banyak, gak bisa investasi lagi, otomatis infrastruktur gak bisa digelar lagi, yang dirugikan bukan operator lagi tapi kita sebagai masyarakat Indonesia, negara juga dirugikan,” jelasnya.

    “Operator tinggal bilang ‘ya kami gak mampu, ga ada uangnya sekarang’. Nah sehingga, jangan sampai isu OTT ini dibelokkan seolah-olah membela kepentingan operator, bukan itu,” imbuh Sigit.

    Sigit juga mengatakan pihaknya sempat mengusulkan kewajiban OTT bermitra dengan opsel Indonesai dalam PP 71 tahun 2019. Tanpa kerja sama, OTT tidak dapat beroperasi di dalam negeri.

    “Akhirnya enggak masuk tuh volunteri saja, terserah mereka mau kerja sama atau tidak,” ungkap Sigit.



    Artikel Selanjutnya


    Beda Kecepatan Internet RI dengan Starlink Elon Musk, Simak!


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.