Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Nasib Kelas Menengah RI Suram, Orang Kaya Makin Kaya
    Inspiring You

    Nasib Kelas Menengah RI Suram, Orang Kaya Makin Kaya

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman19 Mei 2024Updated:19 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Perekonomian warga kelas menengah di Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Sebuah data menunjukkan kondisi ekonomi kelas menengah pada tahun 2024 semakin tertekan akibat inflasi harga pangan.

    Kenaikan harga membuat penghasilan warga Indonesia habis hanya untuk makanan dan minuman, sementara sebagian dari mereka terpaksa menggunakan tabungannya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan tekanan tersebut terlihat dari data Mandiri Spending Index (MSI). Dia mengatakan pengeluaran masyarakat saat ini lebih terarah pada kebutuhan yang terkait supermarket.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Supermarket ini biasa kami gunakan sebagai proxy untuk belanja makan dan minuman,” kata Andry dalam acara Asian Development Outlook 2024 Discussion di Perpustakaan Nasional, Jakarta pada Kamis (16/5/2024) lalu.

    Andry mengatakan data MSI menunjukkan porsi pendapatan masyarakat yang digunakan untuk kebutuhan makan minum pada 2024 melonjak tinggi dibandingkan tahun 2023. Dia menyebut porsi penghasilan yang digunakan untuk membeli kebutuhan primer masih 13,9% pada Januari 2023.

    Ketika konsumsi makanan melonjak pada bulan puasa dan Lebaran 2023, porsi penghasilan yang digunakan untuk makanan juga masih di angka 16,6%. Namun, pada Mei 2024 ini, porsi penghasilan masyarakat yang dipakai untuk kebutuhan makan dan minum naik hingga 26%.

    “Jadi dua kali lipat,” imbuhnya.

    Andry mengatakan data ini menunjukkan masyarakat Indonesia semakin banyak mengalokasikan penghasilannya untuk kebutuhan sehari-hari. Hal itu bisa terjadi karena harga bahan pokok yang naik, sementara pendapatan masyarakat segitu-segitu saja.

    “Sehingga kalau untuk belanja yang secondary relatif terbatas, ini yang akan berpengaruh pada kemampuan belanja barang non-primer,” katanya.

    Andry juga menyebut kelompok yang paling tertekan daya belinya adalah kelas menengah dan kelas bawah. Ia mengatakan data simpanan masyarakat di bank menunjukkan tabungan kelompok masyarakat terbawah sempat turun ketika harga makanan pokok naik. Namun, belakangan angka itu melandai seiring dengan pengucuran bantuan sosial dari pemerintah.

    Sementara itu, untuk kelompok menengah-bawah, Andry mengatakan indeks belanja mereka stagnan. Artinya, mayoritas penghasilan kelompok ini masih tergerus oleh kenaikan harga bahan pangan. Di lain sisi, jumlah tabungan kelompok ini juga berkurang.

    “Ini yang kita sebut makan tabungan, jadi kalau mau belanja keluarin dulu tabungannya,” katanya.

    Untuk kelompok atas, Andry mengatakan tabungan kelompok ini justru mengalami kenaikan dengan daya beli yang terjaga. Dia mengatakan kenaikan tabungan kelompok ini ditopang oleh pendapatan dari investasi yang mereka lakukan di saham maupun obligasi.


    Artikel Selanjutnya


    Kaya atau Miskin Bisa Terbaca dari Wajah, Ini Risetnya

    (fsd/fsd)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.