Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»NASA Prediksi Matahari Bakal ‘Telan’ Bumi, Harus Pindah?
    Insight News

    NASA Prediksi Matahari Bakal ‘Telan’ Bumi, Harus Pindah?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Agustus 2022Updated:23 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bumi kemungkinan akan ditelan Matahari di masa depan. Contoh serupa ternyata terjadi pada sistem tata surya dekat pusat Bimasakti.

    Para peneliti mengetahui ini saat melakukan pengamatan menggunakan WM Keck Observatory. Terlihat katai putih yang mati, tetapi planet seperti Jupiter masih terlihat termasuk dengan orbitnya.

    Penulis utama dan peneliti postdoctoral University of Tasmania Australia, Joshua Blackman mengatakan planet yang berjarak jauh akan tetap ada meski saat itu Matahari sudah mati, dikutip Cnet, Selasa (23/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Mengingat bahwa sistem ini adalah analog dengan tata surya kita sendiri, ini menunjukkan bahwa Jupiter dan Saturnus mungkin bertahan dari fase raksasa merah Matahari ketika kehabisan bahan bakar nuklir dan menghancurkan diri sendiri,” jelas Blackman.

    Prediksi inilah yang membuat wacana memindahkan manusia dari Bumi ke planet lain seperti Jupiter dan Saturnus terus bergulir. Salah satunya diungkap oleh David Bennet dari University of Maryland dan Goddard Space Flight Center NASA, rekan penulis studi.




    Foto: Elon Musk, co-founder dan chief executive officer dari Tesla Inc. (Robyn Beck/Pool via REUTERS)




    Pada akhir Matahari akan mengembang dan menelan Bumi. Manusia harus pergi ke Mars.Elon Musk

    Selain itu, miliarder Elon Musk juga mengungkapkan hal serupa pada 2020 lalu. Karena ada kemungkinan Matahari menelan Bumi, dia mengajak manusia pindah ke planet tetangga Mars.

    “Pada akhir Matahari akan mengembang dan menelan Bumi. Manusia harus pergi ke Mars. Ini pasti akan terjadi tetapi tidak dalam waktu dekat,” kata pendiri SpaceX itu.

    Di Mars, dia mengatakan manusia akan membentuk koloni baru. Untuk menuju ke sana akan menggunakan roket buatan SpaceX.

    Namun, pindah dari Bumi belum menyelesaikan masalah. Bennet mengatakan manusia tidak dapat lagi mengandalkan panas Matahari setelah menjadi katai putih untuk beberapa waktu.

    Sebagai informasi sesaat sebelum mati, Matahari akan melewati beberapa proses. Dari berkembang menjadi raksasa merah, ini disebut NASA sebagai waktu paling kejam dalam kehidupan bintang. Saat itu terjadi Bumi sudah tidak bisa dihuni lagi bahkan mungkin sudah hancur.

    Berikutnya Matahari akan berubah menjadi katai putih. Ini adalah waktu saat bintang mati dingin dan memudar.


    Artikel Selanjutnya


    Ahli Prediksi Sisa Umur Matahari, Berapa Lama Lagi?

    (dem)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.