Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Nabi Musa Selamat dari Kejaran Firaun, Ini Penjelasan Sains
    Insight News

    Nabi Musa Selamat dari Kejaran Firaun, Ini Penjelasan Sains

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Mei 2023Updated:7 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Fenomena Nabi Musa yang membelah laut dengan mukjizatnya menarik sejumlah ilmuwan untuk mempelajari lebih jauh. Terkini, sebuah penelitian dapat mencari tahu soal keajaiban saat dia membelah Laut Merah di Israel.

    Peneliti dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) dan University of Colorado di Boulder (CU) Amerika Serikat menggunakan pemodelan komputer. Ini dilakukan agar mereka bisa melakukan rekonstruksi sejumlah kombinasi angin dan gelombang untuk menghasilkan jembatan tanah kering.

    Menurut mereka, angin timur yang kuat dan bertiup semalaman mendorong kembali air di pantai di utara Mesir. Hal tersebut ternyata membuat warga Israel bisa berjalan melintas daratan lumpur yang terbuka sebelum air kembali menutup.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Simulasi ini cocok dengan cerita di Exodus,” kata penulis utama studi, Carl Drews, dikutip The Guardian, Minggu (7/5/2023).

    “Pemisahan air bisa dimengerti dengan dinamika fluida. Angin menggerakan air dengan cara yang sesuai dengan hukum fisika, menciptakan jalur yang aman dengan air di kedua sisi lalu air kembali masuk lagi”.

    Untuk penelitian ini, dia menggunakan penelitian para sarjana sebelumnya terkait geografi kuno. Dengan begitu dapat merekonstruksi kemungkinan lokasi dan kedalaman pada sejumlah saluran air delta Nil.

    Drews menggunakan simulasi komputer untuk menciptakan kondisi yang bisa membuat air yang membuka lahan kering. Dia mengesampingkan Laut Merah sebagai lokasi karena membentang dari utara ke selatang dan tidak sesuai dengan gambaran dalam Exods mengenai air yang menyapu ke satu sisi.

    Akhirnya digunakan dana di sepanjang Mediterania dekat Port Said. Di sana angin 63 mph dapat menyapu air kembali ke pantai barat dengan dataran lumpus dan menciptakan jembatan darat yang tinggi dan kering dalam waktu empat jam.

    Sementara itu dalam studi lainnya berspekulasi tsunami bisa membuat Laut Merah mundur dan maju. Namun itu tidak sesuai dengan Alkitab soal laut terbelah secara bertahap dalam semalam.


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.