Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Metaverse Berkembang, Menkominfo: Indonesia Tak Ketinggalan!
    Insight News

    Metaverse Berkembang, Menkominfo: Indonesia Tak Ketinggalan!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Mei 2022Updated:20 Mei 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perkembangan teknologi telekomunikasi dan digital mendorong kehadiran teknologi baru seperti metaverse. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menilai metaverse saat ini berkembang pesat dan di Indonesia pun tidak ketinggalan karena sudah ada perusahaan yang mengembangkan teknologi ini.

    “Pada 2026, diprediksi bahwa seperempat penduduk dunia akan menghabiskan paling tidak satu jam per hari di metaverse. Hal tersebut didorong oleh pesatnya pengadopsian teknologi metaverse baik di tingkat global, regional, dan juga nasional,” papar Johnny dalam siaran resmi, Kamis (19/5/2022).

    Dia mengatakan negara-negara seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Barbados, telah mulai mengeksplorasi kebijakan pengembangan metaverse sebagai bagian integral dari negaranya.

    “Negara Tiongkok menjajaki kebijakan metaverse dalam rencana pengembangan Kota Shanghai, negara Barbados telah mengumumkan inisiatif pembangunan kedutaan virtual di metaverse,” jelasnya.

    Berdasar hasil studi Gartner pada 2022, Korea Selatan telah membentuk “Metaverse Alliance” yang terdiri dari sektor industri dan akan membentuk “Metaverse Academy” di akhir 2022. Akademi tersebut akan mencetak 40.000 ahli industri metaverse pada 2026.

    Berbagai perusahaan teknologi global seperti Meta, Microsoft, Epic Games, dan Tencent, juga telah mengembangkan research and development, produk, dan lini bisnis yang berkaitan dengan metaverse.

    “Beberapa negara di ASEAN seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand, sudah mulai menggarap proyek Metaverse di negaranya. Di Vietnam, sebuah perusahaan game NFT meraih kapitalisasi pasar sebesar 8 Miliar Dolar Amerika Serikat pada proyek uang kripto terkait Metaverse,” kata Johnny.

    Selain itu, perusahaan BuzzAR asal Singapura mengakuisisi permainan simulasi VR dari Facebook dan menciptakan pengalaman bermain di dunia Metaverse. Perusahaan SHR Ring dari Thailand juga mulai mengkaji penelitian terkait Identitas Digital di Metaverse.

    Indonesia, menurutnya juga tidak ketinggalan. Saat ini pengembangan kesiapan ekosistem metaverse juga terus didorong oleh berbagai pihak, termasuk oleh sektor swasta.

    “Sebagai contoh, PT WIR Group yang bekerja sama dengan Meta,” jelasnya.

    Perkembangan metaverse saat ini terjadi di tengah berbagai tantangan kondisi perekonomian global. Baik yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, tekanan akibat military action di Eropa Timur, dan kebijakan moneter US Federal Reserve yang baru saja menaikkan suku bunganya yang berdampak perlambatan pertumbuhan ekonomi atau stagflasi Amerika Serikat dan negara G7 lainnya.

    Dia menilai di tengah tantangan yang ada, banyak negara yang masih berjuang untuk melakukan pemulihan ekonomi.

    “Akibat dari volatilitas ekonomi yang meningkat, gangguan supply chain ekonomi, dan inflasi barang impor,” tuturnya.

    Dampak tersebut sangat terasa di banyak negara, baik negara industri, emerging market, maupun LDC (Least Developed Countries). Meski demikian, dia optimistis perekonomian Indonesia akan bisa tumbuh dengan paket kebijakan ekonomi yang tepat.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Cara Beli Baju dan Rumah di Metaverse, Pakai Apa Bayarnya?

    (rah/rah)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.