Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Merge Ethereum Malah Bikin Orang Sakit Kepala, Kenapa?
    Insight News

    Merge Ethereum Malah Bikin Orang Sakit Kepala, Kenapa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Oktober 2022Updated:4 Oktober 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pembaruan perangkat lunak terbesar dalam sejarah crypto telah memenuhi klaimnya untuk bisa menghemat 99% listrik yang digunakan untuk Ethereum.

    Moritz Platt, seorang peneliti yang berspesialisasi dalam aset kripto di King’s College London, mengatakan bahwa perkiraan 99% itu realistis dan menandai langkah positif menuju keberlanjutan cryptocurrency.

    Jadi blockchain Ethereum, infrastruktur yang merupakan fondasi transaksi miliaran dolar perdagangan dalam industri gim, token, seni, dan aset kripto Ether, telah melakukan hal yang tepat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun di satu sisi, peleburan Ethereum malah bikin sebagian orang sakit kepala. Sebab Ethereum harus menghadapi tentangan dari mereka yang kalah dari penggabungan atau merge, dan bisa menimbulkan pengawasan yang lebih besar dari regulator.

    Sistem lama, yang dikenal sebagai “proof of work“, mengandalkan orang dan perusahaan untuk menambang koin baru – sebuah industri senilai US$22 juta setiap hari sebelum merge terjadi.

    Para penambang menggunakan rig komputer yang sangat besar untuk bersaing satu sama lain memecahkan persamaan yang kompleks, dan pemenangnya dianugerahi hadiah untuk menambahkan simpul ke blockchain dan menghasilkan koin.

    Peleburan menghapus model bisnis mereka dalam semalam, demikian dilansir dari The Star, Selasa (4/10/2022).

    “Rig itu tidak secara ajaib kembali menjadi modal yang diinvestasikan,” kata seorang penambang kripto “J” yang beroperasi antara Singapura dan Hong Kong.

    Dia mengatakan bahwa dia harus mengeluarkan biaya antara US$30.000 dan US$40.000 sebulan untuk membayar staf dan peralatannya tetap menganggur sementara dia memikirkan langkah selanjutnya.

    Banyak penambang telah menjual kit mereka, sedangkan penambang lain menggunakan rig mereka untuk mendukung aset kripto lain yang kurang terkenal dan menggunakan sistem lama. Sebelumnya, “koin-koin” ini tidak terlalu menarik perhatian karena tidak menghasilkan profit sebesar Ether.

    Seorang penambang yang menggunakan nama Leon Ravencoin, misalnya, telah men-tweet tanpa henti tentang pertumbuhan “astronomis” Ravencoin, salah satu mata uang yang mendapat dorongan setelah merge terjadi.

    Kekuatan komputasi gabungan yang digunakan oleh koin-koin ini sekitar seperlima dari blockchain Ethereum pra-penggabungan.

    Namun, menurut de Vries dari Free University di Amsterdam, megatakan cara itu menghasilkan sekitar US$500.000 dalam pendapatan harian sehingga hanya mesin paling hemat energi dengan biaya energi terendah yang bisa meraih keuntungan.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    ‘Bandar’ Ethereum Habis Rp 222 Triliun Beli GPU, Kini Boncos

    (dem)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.