Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mengenal Drone ‘Bunuh Diri’ Kamikaze, Siap Hancurkan Rusia
    Insight News

    Mengenal Drone ‘Bunuh Diri’ Kamikaze, Siap Hancurkan Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Maret 2022Updated:27 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perang Rusia dan Ukraina melibatkan beragam senjata militer yang mutakhir. Salah satunya drone bunuh diri switchblade  atau juluki drone Kamikaze yang digunakan Ukraina untuk menyerang Rusia.

    Drone Kamikaze atau switchblade ini diberikan oleh Amerika Serikat (AS). Pemerintah Joe Biden mengirimkan hingga 100 drone ke Ukraina, dikutip dari NDTV, Selasa (22/3/2022).

    Kamikaze memiliki kamera serta bom terbang yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Drone tersebut bisa diarahkan oleh operator untuk menemukan dan terjun ke target, berikutnya meledak saat kontak.

    Dilaporkan, drone itu bisa memperluas jangkauan serangan pada kendaraan serta unit Rusia. Ini dilakukan hingga melewati pandangan dari pengguna.

    Kamikaze juga disebut akan memberikan keuntungan lebih baik dibandingkan rudal heat-seeking, yang digunakan Ukraina pada tank Rusia.

    NBC News menuliskan beberapa ahli percaya jika senjata semi-otonom itu akan mengubah perang darat. Ini akan sama besarnya dengan menggunakan senapan mesin saat perang.

    Drone itu dilaporkan bisa melompati pertahanan tradisional untuk menyerang pasukan infanteri. Harga senjata itu kabarnya US$ 6.000 dibandingkan dengan US$150 ribu untuk rudal Hellfire.

    Laman itu menuliskan drone itu dibawa dengan ransel dan beratnya hanya 5 pon, termasuk hulu ledaknya yang kecil. Terdapat dua model yakni 300 untuk membunuh individu dan versi lebih besar 600 untuk menghancurkan kendaraan lapis baja.

    Drone itu disebut switchblade, sebab memiliki sayap yang muncul seperti bilah saat diluncurkan. Dengan begitu pasukan perang bisa memiliki keunggulan termasuk tidak bisa dilihat dan didengar, ungkap CEO AeroVironment, perusahaan yang memproduksi drone, Wahid Nawabi.

    “Ini memungkinkan pejuang perang kami memiliki keunggulan di medan perang, yang tidak bisa diluhat, didengar, tidak bisa dikatakan akan datang, dan mencapai efek misi tertentu dengan tepat,” kata Nawabi.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.