Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Media Amerika Minta ChatGPT Dimusnahkan
    Insight News

    Media Amerika Minta ChatGPT Dimusnahkan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Desember 2023Updated:1 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – The New York Times (NYT) mengambil tindakan riil untuk merespons ancaman yang ditimbulkan oleh kecerdasan buatan (AI) terhadap industri berita.

    Perusahaan berita tersebut menggugat OpenAI dan Microsoft sebagai upaya mengakhiri praktik penggunaan konten berita milik mereka yang digunakan untuk melatih chatbot AI.

    NYT mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan AI mengancam mata pencaharian mereka dengan mencuri karya para jurnalis yang bernilai miliaran dolar.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Gugatan diajukan di pengadilan federal di Manhattan setelah adanya kegagalan dalam pembicaraan antara surat kabar tersebut dan kedua perusahaan AI yang dimulai pada bulan April.

    Menurut Reuters, media cetak telah terpukul oleh migrasi pembaca ke platform online. Meskipun banyak dari mereka terutama Times telah berhasil menciptakan ruang digital, namun perkembangan AI yang pesat mengancam akan menjungkirbalikkan industri media secara signifikan.

    Trafik web merupakan komponen penting dari pendapatan iklan dan membantu mendorong pengguna untuk langganan ke situs online surat kabar tersebut.

    Namun adanya chatbot AI mengalihkan trafik tersebut dari koran dan pemegang hak cipta lainnya, sehingga mengurangi kemungkinan pengguna mengunjungi sumber asli untuk mendapatkan suatu informasi.

    “Bot-bot ini bersaing dengan konten tempat mereka dilatih,” kata Ian B. Crosby, partner dan penasihat utama Susman Godfrey, yang mewakili NYT, dikutip dari AP News, Jumat (29/12/2023).

    Seorang juru bicara OpenAI mengatakan dalam pernyataan bahwa perusahaan menghormati hak-hak pembuat konten dan berkomitmen untuk bekerja sama dengan mereka guna membantu mereka mendapatkan manfaat dari teknologi dan model pendapatan baru.

    “Pembicaraan kami yang sedang berlangsung dengan New York Times berjalan produktif dan bergerak maju secara konstruktif, jadi kami terkejut dan kecewa dengan perkembangan ini,” kata juru bicara OpenAI.

    “Kami berharap dapat menemukan cara yang saling menguntungkan untuk bekerja sama, seperti yang kami lakukan dengan banyak penerbit lainnya.” imbuhnya.


    Artikel Selanjutnya


    Hanya Ngerinya AI yang Bikin Amerika dan China Akur

    (dem)


    Hitech for better life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.