Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Mau IPO di AS, Startup Rp 1.032 Triliun Diobok-obok China
    Insight News

    Mau IPO di AS, Startup Rp 1.032 Triliun Diobok-obok China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Januari 2024Updated:17 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Pengelola Ruang Siber China tengah menyelidiki keamanan siber di startup fesyen raksasa Shein. Fokus penyelidikan adalah pengelolaan data dan praktik berbagi data.

    Berdasarkan laporan The Wall Street Journal yang dikutip Reuters, regulator mencari informasi tentang cara Shein mengelola informasi mitra, pemasok, dan staf mereka di China. Selain itu, regulator ingin memastikan kemampuan Shein menjaga agar data tersebut tidak bocor ke luar negeri.

    Informasi lain yang dicari adalah kebijakan Shein tentang pengungkapan data ke regulator di Amerika Serikat. Pasalnya, Shein berencana menawarkan sahamnya di bursa saham New York.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Shein butuh persetujuan pemerintah Xi Jinping di Beijing untuk melanjutkan proses penawaran umum perdana saham (IPO) mereka di AS. Penyelidikan oleh regulator di China bisa membuat proses IPO Shien makin sulit. Saat ini padahal IPO Shein sudah mendapatkan perlawanan dari unsur di pemerintahan AS.

    Berdasarkan data Crunchbase, valuasi Shein saat ini mencapai US$ 66 miliar (Rp 1.032 triliun). Perusahaan yang bergerak di bidang “fast fashion” tersebut telah mengajukan izin untuk IPO di AS kepada regulator China pada November.

    Bermarkas di Singapura

    Shein, yang bermarkas di Singapura, terakhir menggalang dana pada awal 2023. TechCrunch memperkirakan Shein bisa melepas saham perdana di valuasi perusahaan US$ 90 miliar (Rp 1.391 triliun).

    Sebagai salah satu produsen dan peritel fesyen terbesar di dunia, Shein sukses mendobrak dominasi Zara dan H&M. Valuasi Shein sempat meroket menyentuh US$ 100 miliar (Rp 1.545 triliun) pada April 2022.

    Perusahaan yang berdiri di China sekitar 10 tahun yang lalu tersebut adalah produsen fesyen pertama yang menggunakan analisis data untuk memprediksi permintaan konsumen. Mereka kemudian memproduksi setiap desain busana dalam jumlah terbatas untuk menekan biaya stok.

    Lewat model bisnis ini, Shein bisa dengan cepat memproduksi model busana sesuai perubahan tren. Karena busana buatan Shein mengikuti tren yang bergerak cepat, mereka bisa memproduksi produk dengan kualitas pas-pasan dengan harga yang murah.

    Namun, model yang sama membuat mereka banyak dihujat karena dinilai menjiplak produk brand lain. Gaya bisnis fast fashion juga dikritik oleh aktivis lingkungan karena jangka waktu penggunaan produk mereka sangat singkat sehingga banyak menghasilkan sampah.

    Pesaing utama Shein saat ini adalah Temu, anak usaha Pinduoduo yang juga menawarkan barang murah dengan langsung menghubungkan konsumen dengan pabrik di China.

    (dem/dem)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.