Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Marak Data Bocor di Lembaga Pemerintah, Ini Solusi Jokowi
    Insight News

    Marak Data Bocor di Lembaga Pemerintah, Ini Solusi Jokowi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Februari 2024Updated:7 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Cikarang, Dexpert.co.id – Pemerintah menyiapkan Pusat Data Nasional (PDN) Sementara sambil menunggu pembangunan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Diklaim data-data yang di dalamnya aman dan tidak ada yang bocor.

    “PDN sementara berjalan tiga tahun data-data nya selama ini belum ada yang bocor,” kata Plt Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan, Aris Kurniawan, ditemui di lokasi pembangunan Pusat Data Nasional Cikarang, Selasa (6/2/2024).

    Kebocoran data itu juga yang jadi salah satu ide pemerintah RI mendirikan PDN. Sebab, sebelumnya dari sisi infrastruktur dinilai tidak aman dan tidak ada standarisasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Karena dari sisi infrastruktur relatif tidak aman, standarisasi tidak ada. Maka ide awalnya adalah membuat satu fasilitas benar-benar kita jamin realibility dan keamanan,” jelas Aris.

    Kebocoran data memang marak terjadi di sejumlah instansi pemerintahan. Diduga beberapa data bocor dan diperjualbelikan.

    Sebut saja 34 juta data paspor di Dirjen Imigrasi yang diduga bocor. Hal serupa juga pernah terjadi di Kementerian Pertahanan dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

    PDN Sementara itu berbentuk public cloud hasil kerja sama dengan Telkom dan Lintas Artha. Sejauh ini sudah ada 400-an lembaga pemerintahan kabupaten/kota dan kementerian yang menggunakan layanan tersebut.

    Nantinya, pusat data tersebut akan terintegrasi dengan seluruh PDN yang dibangun di Cikarang, Batam, dan Ibu Kota Nusantara. Selain itu juga terhubung dengan beberapa pusat data milik kementerian dan lembaga lain seperti BSSN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    “PDN yang tidak memenuhi standar harus bergabung dengan PDN di Cikarang atau Batam atau IKN,” ungkapnya.

    Keberadaan PDN Sementara berbarengan dengan rencana pembangunan PDN di tiga kota tersebut. Namun untuk sekarang baru yang berlokasi di Cikarang sudah masuk tahap pembangunan.

    Pembangunan di Cikarang sudah dilakukan sejak Oktober 2022 selama 24 bulan. Tadinya direncanakan akan diresmikan bulan Oktober 2024, namun tengah diusahakan agar bisa dilakukan bersamaan dengan HUT RI 17 Agustus 2024 mendatang.

    Aris menjelaskan untuk proses pembangunan dilakukan secara pararel. Jadi saat desain bagian tertentu sudah disetujui maka akan dilanjutkan dengan pembangunan.

    “Total 31,74 sisi desainnya sudah 73,53 persen,” kata Aris.



    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.