Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Manusia Berubah Drastis di Usia 44 Tahun, Peneliti Ungkap Penyebabnya
    Insight News

    Manusia Berubah Drastis di Usia 44 Tahun, Peneliti Ungkap Penyebabnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Oktober 2024Updated:8 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Semua orang akan mengalami perubahan dari segi kesehatan seiring berjalannya waktu. Kita tidak akan memiliki kondisi tubuh yang sama seperti saat muda dulu.

    Dua usia dengan lonjakan masalah tertentu kemungkinan akan kita temui pada usia 44 dan 60 tahun. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan direktur Pusat Genomik dan Pengobatan Personal di Universitas Stanford, Michael Snyder beserta timnya.

    Penelitian itu melakukan pelacakan molekul pada 108 relawan berusia 25-75 tahun. Mereka memberikan sampel darah dan tinja, usapan kulit, mulut, dan hidung selama beberapa bulan dalam satu hingga tujuh tahun.

    Penelitian dilakukan pada 135 ribu molekul berbeda yakni RNA, protein, dan metabolit. Selain itu tim peneliti juga meneliti soal mikroba yakni bakteri, virus, dan jamur yang hidup di usus dan kulit.

    “Ternyata pertengahan tahun 40-an merupakan masa perubahan yang dramatis, sama seperti awal 60 tahunan, dan hal ini berlaku pada apapun kelas molekul yang dilihat,”jelasnya dikutip dari The Guardian, Selasa (8/10/2024).

    Hasilnya perubahan terbesar terjadi pada manusia awal 40 tahun dan 60 tahun. Untuk usia 40 mengalami lonjakan penuaan, bukan hanya karena perimenopause pada wanita tetapi juga pada pria.

    “Hal ini menunjukkan meski menopause atau pre-menopause mungkin berkontribusi pada perubahan yang diamati pada wanita di usia pertengahan 40-an, mungkin ada faktor lain yang lebih signifikan yang menjadi pengaruh perubahan ini, baik pada pria atau wanita,” jelas peneliti lainnya, Xiaotao Shen yang juga mantan peneliti pasca doktoral di sekolah kedokteran Stanford.

    Perubahan pertama terkait penyakit kardiovaskular dan kemampuan untuk metabolisme kafein, alkohol dan lipid. Sementara pada gelombang kedua adalah masalah kekebalan tubuh, metabolisme karbohidrat dan fungsi ginjal.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Investasi Data Center RI Baru Recehan, Malaysia Panen Investor


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.