Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Larang Jual Paket Internet Lelet, Menkominfo: Ini Kebutuhan Pokok!
    Insight News

    Larang Jual Paket Internet Lelet, Menkominfo: Ini Kebutuhan Pokok!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Januari 2024Updated:28 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi meminta para penyedia fixed broadband di Indonesia untuk tidak menjual layanan internet di bawah 100 Mbps.

    Cara Budi ini agar koneksi internet Indonesia tidak dikatakan lemot lagi di dunia, apalagi di kawasan Asia Tenggara.

    Budi mengatakan, kecepatan internet Indonesia masih rendah di angka 24,9 Mbps. Ia mengklaim kecepatan itu di bawah Filipina, Kamboja, dan Laos, dan hanya unggul dari Myanmar dan Timor Leste di kawasan Asia Tenggara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Oleh karena itu, Budi menyatakan Kominfo berencana membuat kebijakan bagi seluruh penyedia fixed internet broadband untuk jaringan yang tertutup tidak diperkenankan menjual layanan internet di bawah 100 Mbps.

    Menkominfo akan memanggil seluruh operator seluler dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk berdiskusi mengenai optimalisasi kecepatan internet.

    “Internet ini merupakan kebutuhan pokok, kenapa masih menjual 5 Mbps, 10 Mbps untuk fixed internet broadband? Kenapa tidak langsung menjual 100 Mbps? Makanya, saya akan buat kebijakan untuk mengharuskan mereka menjual fixed internet broadband dengan kecepatan 100 Mbps,” ungkapnya dalam keterangan pers, dikutip Jumat (26/1/2024).

    Apa yang disampaikan Budi mengenai kondisi kecepatan internet fixed broadband di Indonesia benar. Hal itu terlihat dalam laporan terbaru Speedtest Global Index pada bulan Desember 2023 yang dirilis Ookla.

    Posisi Indonesia melorot dua peringkat di penghujung 2023 dibandingkan bulan sebelumnya. Hasil membuat Indonesia menempati peringkat ke-126 dari 178 negara di dunia dengan kecepatan rata-rata 27,87 Mbps.

    Rinciannya, Indonesia memiliki kecepatan download fixed broadband 27,87 Mbps, upload 16,85 Mbps, dan latency 7 ms.

    Negara tetangga Singapura menjadi negara dengan kecepatan fixed broadband terbaik dunia dengan 270,62 Mbps.

    Untuk kawasan Asia Tenggara, kecepatan internet fixed broadband Indonesia memang miris. Indonesia hanya lebih baik daripada Myanmar dan Timor Timur.

    Kecepatan internet kabel di Asean

    Berikut peringkat negara dengan koneksi internet fixed broadband tercepat di Asia Tenggara:

    1. Singapura 270,62 Mbps (peringkat 1)
    2. Thailand 221,32 Mbps (peringkat 9)
    3. Malaysia 111,70 Mbps (peringkat 38)
    4. Vietnam 107,42 Mbps (peringkat 42)
    5. Filipina 92,92 Mbps (peringkat 49)
    6. Brunei Darussalam 68,72 Mbps (peringkat 73)
    7. Kamboja 37,03 Mbps (peringkat 111)
    8. Laos 32,59 Mbps (peringkat 119)
    9. Indonesia 27,87 Mbps (peringkat 126)
    10. Myanmar 19,68 Mbps (peringkat 141)
    11. Timor Leste 7,16 Mbps (peringkat 170)



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.