Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kromosom Y Perlahan Lenyap, Kaum Pria Bakal Punah?
    Insight News

    Kromosom Y Perlahan Lenyap, Kaum Pria Bakal Punah?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Mei 2023Updated:16 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah laporan menyebutkan kromosom Y perlahan menghilang. Nasib kehadiran laki-laki, yang ditentukan oleh kromosom inipun, jadi pertanyaan.

    Menurut catatan Science Alert, kromosom Y kehilangan 900-55 gen aktif pada 166 juta tahun pada manusia dan platips berevolusi terpisah. Artinya lima gen hilang per juta tahun dan 55 gen diperkirakan akan menghilang pada 11 juta tahun lagi.

    Meski ada kemungkinan itu, laki-laki kemungkinan tidak akan punah. Ini terlihat dalam dua hewan pengerat yang mengalami hal serupa dalam laporan Prociding National Academy of Science.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hewan tersebut adalah tikus dari Eropa Timur dan tikus berduri di Jepang. Pada kedua hewan, kromosom Y dan SRY menghilang namun kromosom X masih dalam dosis tunggal atau ganda untuk betina dan jantan.

    Tim peneliti yang dipimpin ahli biologi asal Universitas Hokkaido Asato Kuroiwa menemukan sebagian besar kromosom Y pada tikus berduri telah berpindah ke kromosom lain. Sementara itu tidak ditemukan diganti oleh SRY maupun gen lain.

    Sedangkan dalam temuan lainnya terdapat perbedaan pada gen kunci SOX9 pada tiga tikus berduri. Jumlahnya 17 ribu pasangan dari lebih 3 miliar dan seluruhnya adalah pria.

    Bagian kecil duplikat DNA untuk SOX9 jadi respon SRY. Pada tikus, SOX9 bisa bekerja tanpa SRY.

    Berdasarkan hal ini, nampaknya ketakutan punahnya laki-laki tak akan terjadi. Manusia bakal berevolusi dan memiliki gen penentu baru untuk kelamin.

    Namun kemunculan evolusi tersebut bisa menciptakan pemisahan spesies. Jadi manusia bisa melompati waktu 11 juta tahun ke masa depan, yakni mereka bertemu dengan beragam spesies manusia dengan sistem penentu jenis kelamin yang berbeda-beda.


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.