Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Krisis Seks Global, Nyaris Semua Negara Bakal Kekurangan Bayi
    Insight News

    Krisis Seks Global, Nyaris Semua Negara Bakal Kekurangan Bayi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Maret 2024Updated:22 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Krisis seks ternyata bakal mewabah ke seluruh dunia. Populasi 97 persen dari negara di seluruh dunia diperkirakan bakal menyusut pada akhir abad ke-22.

    Hasil penelitian dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) di Washington’s School of Medicine tentang tingkat kelahiran global, jumlah anak yang lahir per perempuan selama masa hidupnya, menggambarkan penurunan tajam tingkat kelahiran di penjuru dunia.

    Anjloknya tingkat kelahiran global disebut terjadi akibat “perubahan sosial luar biasa” di planet Bumi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pada 2050, peneliti memperkirakan 75 persen dari negara di seluruh dunia akan mengalami penurunan populasi. Pada 2100, populasi 97 persen negara di seluruh dunia akan merosot.

    Namun, penurunan tingkat kelahiran tidak terjadi di seluruh dunia. Beberapa negara justru berpotensi makin padat penduduk, terutama di negara berpenghasilan rendah di Afrika bagian barat dan sub-Sahara.

    Sebanyak 77 persen dari seluruh manusia yang lahir di Bumi pada 2100 diperkirakan lahir di negara berpenghasilan rendah.

    Sebagai perbandingan, 29 persen dari bayi lahir di Afrika sub-Sahara pada 2021. Pada 2100, 54 persen bayi di Bumi akan lahir di wilayah tersebut.

    “Kita menghadapi perubahan sosial luar biasa selama abad ke-21. Dunia akan menghadapi ‘ledakan bayi’ di beberapa negara dan ‘penyusutan bayi’ di belahan Bumi lain,” kata Stein Emil Vollset dari IHME kepada IFLScience, dikutip Kamis (21/3/2024).

    Dia menjelaskan pemerintah di seluruh dunia akan menghadapi penurunan jumlah tenaga kerja dan berjuang mencari cara merawat serta membayar biaya hidup populasi yang makin tua. Di sisi lain, negara di Afrika sub-Sahara akan berjuang mencari cara untuk mendukung penduduk usia muda dengan sumber daya yang terbatas.

    “Berjibaku mencari cara mendukung populasi termuda dengan pertumbuhan tercepat di planet ini di negara dengan perekonomian dan politik yang tidak stabil, panas terik, dengan sistem kesehatan terburuk di Bumi,” kata Vollset.


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.