Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kominfo Mau Kasih Insentif 5G, Operator Seluler Minta Ini
    Insight News

    Kominfo Mau Kasih Insentif 5G, Operator Seluler Minta Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Oktober 2023Updated:2 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kominfo berencana memberikan insentif pada operator untuk mengoptimalkan jaringan 5G. Menanggapi hal tersebut, operator seluler menyatakan beberapa masukan.

    “Insentifnya yang pertama pada saat lelang itu upront fee-nya kami harapkan bisa sampai 0 atau misalnya lebih kecil 1x dari yang biasanya 2x,” kata Anggota ATSI, Rudi Purwanto ditemui di Jakarta, Senin (2/10/2023).

    “Kemudian upront fee-nya kita minta bisa di-install, jadi bisa satu kali. Yurisprudensinya sudah ada di lelang tahun 2006 dan 2013 di mana pemerintah memberikan kami ruang yaitu cara bayarnya di-install selama 10 tahun,” ia menambahkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Selain itu juga bisa saat membayar kompensasi. Diharapkan mendapatkan reimburse untuk mengurangi BHP atau Biaya Hak Penyelenggara Telekomunikasi.

    “Jadi misalkan kami di tahun pertama setelah lelang bayar X rupiah. Nanti di tahun kedua dan ketiga kami minta itu sebagai faktor pengurang sampai 0. Itu juga tentu akan banyak membantu kami karena akan mengurangi komponen opex dari kami semua operator,” jelasnya.

    Insentif juga bisa diberlakukan bukan hanya bagi frekuensi baru, namun yang sudah ada sebelumnya. Rudi mengungkapkan beban operator sangat tinggi bagi frekuensi existing.

    Direktur PNBP Kementerian Keuangan Wawan Sunarjo mengatakan wacana insentif masih dibicarakan oleh pihak Kominfo. Pihaknya masih menunggu bagaimana aturan oleh Kominfo, dia mengakui.

    Namun dia mencontohkan insentif bisa berupa banyak hal. Misalnya mengurangi tarif atau pola pembayaran tarif yang bisa mengurangi cashflow pemain di industri.

    “Kalau mereka ringan cara bayarnya, bisa cicil atau perpanjangan kan itu bisa meringankan investasi, cashflow, itu bisa jadi pilihan, tapi dari kami menunggu bagaimana policy kebijakan Kominfo,” kata Wawan.

    Sementara untuk menggratiskan BHP, dia mengatakan secara aturan diperbolehkan. Namun harus dijelaskan pertimbangan latar belakang keputusan tersebut.

    “Kalau secara perundang-undangan diperbolehkan, memang pertimbangannya apa dulu? kan gitu,” jelas dia.



    Artikel Selanjutnya


    Bos XL Axiata Buka-bukaan Alasan 5G Masih Lelet di RI

    (npb/npb)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.