Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kisah Perusahaan Nyaris Bangkrut Kini Bernilai Rp 57.226 Triliun
    Insight News

    Kisah Perusahaan Nyaris Bangkrut Kini Bernilai Rp 57.226 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 November 2024Updated:8 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Raksasa chip Nvidia berhasil mengalahkan Apple sebagai perusahaan paling bernilai di dunia dengan kapitalisasi pasar US$3.652 triliun atau setara Rp 57.226 triliun.

    Apple tergeser ke posisi ke-2 dengan kapitalisasi pasar US$3.438 triliun atau Rp 53.873 triliun. Di bawahnya secara berurutan ada Microsoft, Alphabet (Google), dan Amazon.

    Bloomberg menyebut kapitalisasi pasar Nvidia yang meroket menunjukkan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini menjadi sektor ‘seksi’ di mata Wall Street.

    Nvidia adalah perusahaan yang paling diuntungkan dengan popularitas AI sejak ChatGPT diperkenalkan OpenAI pada 2022 silam. Perusahaan yang digawangi Jensen Huang tersebut merupakan produsen chip canggih untuk AI yang dipakai raksasa teknologi seperti Meta, Google, Microsoft, OpenAI, dkk.

    Keberhasilan Nvidia mengalahi Apple dari segi kapitalisasi pasar sebelumnya sudah terjadi pada 18 Juni 2024. Namun, dalam kurun waktu sepekan, Nvidia terlempar ke posisi ke-3.

    Prospek bisnis yang menjanjikan, ditambah optimisme pasar terhadap chil Blackwell teranyar dari Nvidia, terbukti mendorong raksasa Amerika Serikat (AS) tersebut kembali ke takhta nomor satu pada pekan ini.

    Pencapaian Nvidia menjadi perusahaan nomor satu tentu tak mudah. Bahkan, Nvidia sempat nyaris bangkrut di masa lalu.

    Nvidia didirikan pada 1993. Mulanya, perusahaan fokus menggarap GPU untuk pasar gaming. Lalu pada 1996, perusahaan hampir tumbang, menurut penuturan Huang.

    Ia mengatakan kala itu menghadapi kemungkinan 50-50 antara perusahaan bisa lanjut atau harus berhenti beroperasi. Bahkan, setengah karyawan terpaksa harus di-PHK.

    Juru selamat Nvidia kala itu adalah chip grafis Riva 128 yang dirilis pada April 1997. Chip itu berhasil mendorong pendapatan perusahaan, sehingga bisa melanjutkan riset dan pengembangan (RnD) untuk menjadi perusahaan GPU kawakan.

    Meski Nvidia sudah keluar dari kegelapan, namun cerita nyaris bangkrut di masa lalu tak bisa dilupakan Huang. Ia juga memastikan para karyawan untuk tidak melupakannya.

    Dalam banyak presentasinya, Huang kerap menyebut “perusahaan kita [pernah] 30 hari menuju kebangkrutan”.

    Cerita ini menjadi motivasi Nvidia agar terus berinovasi dan menjawab kebutuhan pasar. Relevansi itu yang kini membuat Nvidia bisa mengalahkan Apple.

    Di kala banyak pihak meragukan masa depan AI, Nvidia tanpa ragu menggarap chip AI dan mengambil posisi pertama untuk menancapkan dominasinya di pasar tersebut.

    Saham Nvidia sudah tumbuh lebih dari 200 tahun sepanjang tahun ini dan lebih dari 2.700% selama 5 tahun terakhir.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Pengelola Aplikasi Tegas Tutup Merchant Terindikasi Judi Online





    Next Article



    Saat Manusia Rp 1.900 T Pilih Minum Kopi Telur Dibanding Makanan Hotel



    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.