Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kiamat KTP Mulai September, Baru 9 Juta Warga RI yang Siap
    Insight News

    Kiamat KTP Mulai September, Baru 9 Juta Warga RI yang Siap

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Mei 2024Updated:28 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Penggunaan Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP Digital direncanakan dilakukan pada September mendatang. Kurang dari empat bulan lagi, tetapi baru 9 juta orang yang sudah siap.

    Ditemui di Istana Kepresidenan, Rabu (22/5/2024), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Azwar Anas mengatakan jumlah tersebut masih jauh dari yang diharapkan. Mengingat jumlah penduduk Indonesia per Semester I 2023 dari Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sebanyak 279.118.866 orang.

    Untuk mendapatkan KTP digital, Azwar menjelaskan masyarakat masih perlu ke kelurahan. Namun nantinya hanya dengan face recognition sudah bisa mengantongi IKD.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Karena apa? Untuk mendapatkan kartu identitas digital sekarang masih harus ke kelurahan, target kita ke depan begitu digital ID Kita terintegrasi cukup pakai face recognition nanti akan kita dapatkan IKD,” katanya.

    Sebagai informasi, IKD merupakan bagian dari Govtech Indonesia yang dikelola Perum Peruri. Akan ada sembilan layanan prioritas dalam platform tersebut.

    Mulai dari kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, identitas digital berbasis data kependudukan, layanan satu data Indonesia, transaksi keuangan, integrasi portal service, layanan aparatur negara, hingga SIM online.

    Azwar juga menjelaskan IKD seharusnya diluncurkan pada bulan Mei atau Juni mendatang. Namun akhirnya program tersebut disesuaikan.

    Sebab, menurutnya presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin sejumlah layanan sudah bisa berjalan bersamaan dengan peluncuran. Ditargetkan 7 kementerian dan lembaga serta BPJS dan ketenagakerjaan akan diintegrasikan dalam satu portal.

    “Tadinya bulan ini nanti disesuaikan. Tapi harapan presiden ini bukan peluncuran saja tapi beberapa integrasi dari layanan tadi sudah bisa berjalan, targetnya kita pangkas beberapa aplikasi dan dengan govtech ini ada beberapa percepatan utamanya integrasi IKD dan identitas digital sebagai SSO (single sign on), SSO nya itu akan gunakan INA Pass itu. Targetnya di 7 Kementerian Lembaga plus BPJS dan juga ketenagakerjaan akan diintegrasikan dengan satu portal nasional menyusul pengintegrasian,” kata Azwar.




    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.