Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kiamat Driver Online China Makin Ganas Menular ke Amerika
    Insight News

    Kiamat Driver Online China Makin Ganas Menular ke Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Agustus 2024Updated:15 Agustus 2024Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Salah satu pemain China baru masuk ke pasar taksi online Amerika Serikat (AS). WeRide telah mengantongi izin untuk uji coba kendaraan tanpa ada pengemudi dengan penumpang.

    Izin dari California Public Utilities Commision (CPUC) baru dikeluarkan awal bulan Agustus. Perusahaan bisa menggunakannya selama tiga tahun.

    Izin yang didapatkan ini melarang WeRide menarik penumpang dari masyarakat umum. Layanan yang ditawarkan juga tidak dikenakan biaya apapun.

    CPUC mengatakan 12 kendaraan WeRide akan melaju di jalanan San Jose dan daerah sekitarnya, dikutip dari Reuters, Kamis (15/8/2024).

    Reuters mencatat izin yang dikeluarkan CPUC terjadi saat AS akan melarang kendaraan dengan sistem yang dikembangkan oleh China.

    Namun mengembangkan dan mengkomersialkan kendaraan otonom tidak mudah di AS. Negara itu memiliki banyak tantangan yang akan dihadapi oleh para pemain yang ingin berbisnis robot taksi di sana.

    Tantangannya, menurut Reuters, mulai dari hambatan peraturan, tantangan lembaga kota, hingga adanya kemarahan masyarakat.

    Sejauh ini, baru Waymo yang dimiliki Alphabet bisa mengoperasikan robot taksi tanpa awak dengan memungut tarif. Perusahaan itu memiliki sekitar 700 kendaraan.

    Sementara General Motors tengah melakukan melakukan uji coba lagi pada April lalu. Sebelumnya salah satu kendaraannya menabrak pejalan kaki tahun lalu.

    Kiamat Driver Online di China Makin Kencang

    Laporan Reuters menyebut saat ini ada 19 kota di China yang sudah mengimplementasikan pengujian robotaxi dan robobus. Beberapa perusahaan yang memimpin teknologi ini adalah Apollo Go, Pony.ai, WeRide, AutoX, dan SAIC Motor.

    Apollo Go mengatakan berencana untuk mengoperasikan 1.000 robotaxi di Wuhan pada akhir tahun ini. Perusahaan juga ingin berekspansi di 100 kota pada 2030 mendatang.

    Pony.ai yang dibekingi Toyota Motor dari Jepang mengoperasikan 300 robotaxi. Perusahaan berencana mengoperasikan 1.000 robotaxi pada 2026 mendatang.

    Vice President Pony.ai mengatakan robotaxi membutuhkan waktu 5 tahun untuk mendulang profit yang berkelanjutan. Pada poin itu, perusahaan akan berekspansi secara besar-besaran.

    WeRide diketahui sebagai perusahaan taki otomatis, bus, dan penyapu jalan. AutoX yang dibekingi Alibaba Group sudah beroperasi di Beijing dan Shanghai. Sementarai SAIC telah mengoperasikan robotaxi sejak akhir 2021 lalu.

    “Kami melihat adanya percepatan di China. Kini percepatan itu digenjot dengan penerbitan izin,” kata Managing Director Boston Consulting Group, Augustin Wegscheider.

    “AS bersikap lebih bertahap untuk penerapan taksi otomatis,” kata dia.

    Waymo yang merupakan anak usaha Alphabet adalah satu-satunya perusahaan yang mengoperasikan robotaxi di AS. Saat ini, perusahaan telah memiliki 1.000 kendaraan di San Francisco, Los Angeles, dan Phoenix.

    Satu sumber dalam mengatakan perusahaan akan menumbuhkan operasionalnya hingga ribuan awak dalam waktu dekat.

    Cruise yang dibekingi General Motors mengulangi pengujian pada April lalu setelah salah satu kendaraannya menabrak area pejalan kaki pada tahun lalu.

    Cruise mengatakan operasionalnya akan fokus pada tiga kota dan mengutamakan keamanan. Waymo tak merespons permintaan komentar terkait fenomena ini.

    “Ada perbedaan signifikan soal keamanan di China dan AS. Pengembang robotaxi dicerca masalah keamanan yang lebih tinggi di AS,” kata mantan CEO Waymo John Krafcik.

    Sejatinya, robotaxi juga menghadapi isu keamanan di China. Namun, otoritas lebih mudah mengeluarkan izin uji coba demi mendukung tujuan ekonomi.

    China memiliki 7 juta sopir online yang terdaftar. Angka itu jauh lebih besar ketimbang 4,4 juta orang pada 2 tahun lalu.

    Data menunjukkan banyak orang beralih menjadi sopir online di tengah sulitnya bursa kerja karena kelesuan ekonomi. Efek samping robotaxi akan menimbulkan kekhawatiran baru bagi para pekerja tersebut.

    Pada Juli lalu, diskusi soal hilangnya pekerjaan karena robotaxi menjadi trending di media sosial. Banyak orang bertanya-tanya “apakah mobil tanpa awak akan mencuri mata pencarian para sopir taksi?”.

    Liu Yi (36 tahun) adalah salah satu dari 7 juta sopir online di China yang khawatir akan kehilangan pekerjaan. Pria yang berdomisili di Wuhan tersebut mulai bekerja paruh waktu sebagai sopir online pada tahun ini. Liu dan banyak sopir online lainnya khawatir soal masuknya sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla ke China, yang akan mempercepat ‘kiamat’ driver online di negara tersebut.

    Sopir lainnya bernama Wang Guoqiang (63 tahun) melihat ancaman besar di depan mata dari inovasi teknologi.

    “Ride-hailing adalah pekerjaan untuk kelas bawah,” kata dia.

    “Jika Anda membunuh industri ini. Apa yang tersisa bagi kami?” ia bertanya.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tantangan Content Creator Berburu Cuan Kala Ekonomi Bergejolak





    Next Article



    Heboh Tesla Remuk Tertimpa Patung Kepala Raksasa, Ini Penampakannya



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.