Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kerak Bumi Menyusut, Ilmuwan Ungkap Dampaknya
    Insight News

    Kerak Bumi Menyusut, Ilmuwan Ungkap Dampaknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2024Updated:28 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indoneia – Analisis data satelit terbaru yang dilakukan ilmuwan Bumi dari University of Toronto, Kanada, menunjukkan temuan mengejutkan.

    Tim peneliti mengatakan kerak Bumi mengalami pembentukan kembali secara terus-menerus selamaa jutaan tahun di bawah Cekungan Konya di Dataran Tinggi Anatolia Tengah, Turki.

    Simulasi eksperimental yang dikombinasikan data geofisika, geodesi, dan geologi, menjelaskan bahwa dasar Cekungan Konya telah mengalami penurunan misterius di bagian dalam dataran tinggi yang terus naik.

    Pengamatan ini mengisyaratkan adanya kelas lempeng tektonik baru yang berimplikasi pada planet lain yang tidak memiliki lempeng mirip Bumi, seperti Mars dan Venus.




    Foto: ilustrasi kerak bumi. (Dok. Freepik)
    ilustrasi kerak bumi. (Dok. Freepik)

    Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications, dijelaskan bahwa wilayah tersebut terancam tenggelam akibat tetesan litosfer multi-tahap yang merupakan fenomena ketidakstabilan material batuan yang membentuk kerak dan mantel atas Bumi.

    Sebagai informasi, bentang alam utama seperti cekungan dan pegunungan terbentuk setelah pecahan batuan padat terlepas dari permukaan dan tenggelam ke dalam lapisan mantel planet yang lebih cair.

    “Melihat data satelit, kami mengamati fitur melingkar di Cekungan Konya di mana kerak bumi menyusut atau cekungan makin dalam,” kata penulis utama Julia Andersen, yang merupakan kandidat PhD di Departemen Ilmu Bumi, Fakultas Seni & Sains, University of Toronto.

    “Hal ini mendorong kami untuk melihat data geofisika lain di bawah permukaa. Kami melihat anomali seismik di mantel atas dan kerak yang menebal. Ini menjelaskan bahwa material dengan kepadatan tinggi di sana dan mengindikasikan kemungkinan adanya tetesan litosfer mantel,” ia menambahkan, dikutip dari WIO News, Jumat (27/9/2024).

    Ilmuwan Jelaskan Apa yang Terjadi di Mantel Bumi

    Berbicara tentang mantel Bumi, rekan peneliti dan profesor di Departemen Ilmu Bumi Russell Pysklywec mengatakan saat litosfer menebal dan turun ke bawah wilayah tersebut, akan terbentuk cekungan di permukaan yang selanjutnya muncul ketika beban berat di bawahnya terputus dan tenggelam ke mantel yang lebih dalam.

    “Kami melihat proses ini bukan peristiwa tektonik yang terjadi satu kali saja. Penurunan awal tampaknya telah melahirkan peristiwa berikutnya di tempat lain di kawasan ini, yang mengakibatkan penurunan cepat Cekungan Konya di dataran tinggi Turki yang terus meningkat,” ia menambahkan.

    Lebih lanjut, Andersen menyatakan penemuan baru ini mengisyaratkan hubungan antara peristiwa pembentukan cekungan dan pengangkatan dataran tinggi.

    “Pada dasarnya, penurunan permukaan tanah terjadi bersamaan dengan peningkatan dataran tinggi yang sedang berlangsung,” ia menuturkan.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Hotel 3D Pertama Berdiri di AS Dibangun dengan Printer Vulcan


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.