Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kemenkes Ungkap Modus Baru Penipuan, Pakai Aplikasi Kesehatan Ini
    Insight News

    Kemenkes Ungkap Modus Baru Penipuan, Pakai Aplikasi Kesehatan Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 November 2024Updated:9 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, telah mendapat aporan adanya pemalsuan situs SATUSEHAT Health Pass (SSHP) yang menargetkan pelaku perjalanan internasional. Pemalsuan itu disebut dilakukan demi menjalankan operasi penipuan.

    Dalam situs resminya, Kemenkes menegaskan, pengisian SSHP tidak dipungut biaya. Hal ini berbeda dengan SSHP palsu yang menyodorkan sejumlah nilai uang untuk dibayarkan pelaku perjalanan internasional.

    “Kami mengimbau kepada publik untuk selalu waspada. Pengisian SSHP hanya melalui situs resmi sshp.kemkes.go.id atau SATUSEHAT Mobile dan tidak dipungut biaya sepeser pun,” ujar Chief of Digital Transformation Office (DTO) Kemenkes RI, Setiaji, Selasa (5/11/2024).

    SSHP merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran Monkeypox (Mpox) di Indonesia. Adapun, pengisian SSHP wajib dilakukan bagi pelaku perjalanan internasional, baik WNI maupun WNA, setibanya di Indonesia.

    Pelaku perjalanan hanya perlu mengisi formulir daring (online) secara gratis melalui https://sshp.kemkes.go.id/  Setelah itu, muncul barcode yang berisi riwayat kesehatan dan perjalanan. Barcode tersebut akan dipindai oleh petugas di pintu kedatangan bandara, selanjutnya barcode dapat disimpan oleh pengguna.

    Dengan adanya situasi ini, Setiaji juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi munculnya kembali tindakan ilegal serupa. Apabila menemukan tindakan tersebut, masyarakat dapat melaporkannya melalui email [email protected].

    “Tidak hanya berpotensi merugikan secara finansial, tetapi juga tindakan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut juga dapat berdampak pada keamanan dan perlindungan data pribadi masyarakat,” tutup Setiaji.

    (dce)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Better care for more people, Bridging the gaps in healthcare





    Next Article



    Termasuk Surat Tilang Palsu, Ini 7 Modus Baru Penipuan Whatsapp



    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.