Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kemenhan Buka Suara Soal Kabar Website Dibobol Hacker
    Insight News

    Kemenhan Buka Suara Soal Kabar Website Dibobol Hacker

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 November 2023Updated:2 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Pertahanan buka suara soal dugaan kebobolan situs Kemenhan dan penjualan dokumen rahasia di pasar gelap internet yang biasa disebut dark web.

    Karo Humas Setjen Kemenhan Brigjen Edwin Adrian Sumantha mengatakan pihak Kemenhan masih mendalami dugaan peretasan tersebut.

    “Perlu kami sampaikan bahwa kami tengah mendalami hal tersebut kepada pihak terkait di Kemhan,” kata Edwin seperti dikutip dari detikcom, Kamis (2/11/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dia menjelaskan situs Kemenhan saat ini sudah dinonaktifkan sementara untuk memeriksa kebenaran pembobolan oleh hacker.

    “Kami saat ini menonaktifkan situs Kemhan sementara waktu dalam rangka pemeriksaan jaringan terkait hal tersebut,” ungkapnya. “Kami akan memberikan update setelah ada informasi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Edwin.

    Kabar situs Kemhan diretas viral di media sosial melalui X, sebelumnya bernama Twitter. Penyebarnya adalah akun Fusion Intelligence Center @StealthMole yang menyampaikan bahwa seorang peretas mengaku telah meretas situs Kemenhan RI dan menjual dokumen rahasia serta akses ke situs tersebut.

    “Seorang peretas mengaku telah berhasil meretas Kementerian Pertahanan Indonesia dan memposting pesan di pasar gelap, menawarkan untuk menjual dokumen rahasia dan sensitif situs web tersebut, serta akses admin,” tulis Fusion Intelligence Center.

    Peretas juga disebutnya membagikan tangkapan layar bukti peretasan. Peretas juga mengaku bahwa server tersebut berisi sekitar 1,64 TB data.

    “Jika klaimnya benar, cara peretas memperoleh akses ke situs web tersebut akan diselidiki di masa depan. Namun salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah penggunaan akun yang dibocorkan oleh malware Stealer. Kami dapat mengkonfirmasi bahwa sekitar 1.484 kredensial yang terkait dengan Kementerian Pertahanan terekspos di web gelap karena malware Stealer,” lanjutnya.



    Artikel Selanjutnya


    Bahaya! Ada 19 Aplikasi Bisa Sedot Rekening dan Data Pribadi

    (dem/dem)


    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.