Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kekalahan Joe Biden Nyata, PBB Ungkap Bukti Mengejutkan
    Insight News

    Kekalahan Joe Biden Nyata, PBB Ungkap Bukti Mengejutkan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa4 Juli 2024Updated:4 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak negara yang berlomba-lomba mendominasi pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). China dan Amerika Serikat (AS) adalah dua di antaranya yang paling gencar terlibat dalam ‘perang’ AI.

    Namun, China ternyata sudah jauh di depan ketimbang negara-negara lain. Negara kekuasaan Xi Jinping itu telah mendaftarkan 38.000 paten AI-generatif sepanjang periode 2014-2023.

    Jumlah itu jauh di atas pesaing utamanya, AS, yang baru mendaftarkan 6.276 paten AI-generatif dalam periode yang sama, menurut data dari Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO) yang merupakan salah satu badan PBB, dikutip dari Reuters, Kamis (4/7/2024).

    Menurut WIPO, secara keseluruhan ada lebih dari 50.000 paten generatif AI dalam satu dekade terakhir. Hal ini menunjukkan China memimpin di sektor tersebut.

    Beberapa perusahaan yang paling banyak mendaftarkan paten AI-generatif adalah ByteDance (China), Alibaba Group (China), dan Microsoft (AS).

    AI-generatif merupakan adopsi teknologi kecerdasan buatan yang relevan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi penopang layanan populer ChatGPT tersebut bisa memproduksi teks, gambar, kode komputer, bahkan lagu, berdasarkan informasi yang tersedia di internet.

    Dari 50.000-an paten yang terdaftar sepanjang satu dekade terakhir, seperempatnya didaftarkan sepanjang 2023 lalu. Setelah booming ChatGPT, raksasa teknologi memang makin gencar mengembangkan teknologi serupa.

    “AI adalah area yang booming dan akan terus berkembang dengan pesat,” kata Manajer Analitik Paten WIPO, Christopher Harrison.

    Lebih lanjut, Harrison mengatakan paten AI-generatif yang didaftarkan China meliputi banyak sektor. Mulai dari sistem pengendara tanpa awak hingga managemen publikasi dokumen.

    Soal jumlah paten, AS memang kalah dan harus menerima ditempatkan ke posisi kedua. Padahal, pemerintahan Joe Biden sudah melakukan berbagai upaya untuk menjegal pengembangan AI oleh China.

    Biden takut China akan memanfaatkan AI untuk memperkuat militernya. Biden lantas mengeluarkan beberapa kebijakan untuk melarang akses chip AI canggih dan alat pembuat chip canggih ke China.

    Namun, upaya Biden justru menjadi senjata makan tuan. China makin termotivasi mengembangkan teknologi AI secara mandiri tanpa ketergantungan dengan AS. Alhasil, pelan-pelan banyak raksasa teknologi China yang mulai unjuk gigi.

    Selain China dan AS, ada negara-negara lain yang juga rajin mendaftarkan paten AI-generatif. Korea Selatan, Jepang, dan India menempati posisi ketiga, keempat, dan kelima.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Lumpuhkan China, Joe Biden Rela Bayar Rp 1,2 Triliun





    Next Article



    China Makin Canggih, Joe Biden Bereaksi Bayar Rp 171 T



    (fab/fab)

    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.