Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kasus Covid di Inggris Tiba-tiba Meledak, Bos WHO Buka Suara
    Insight News

    Kasus Covid di Inggris Tiba-tiba Meledak, Bos WHO Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Agustus 2023Updated:6 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 kembali meledak di Inggris. Penyebabnya adalah varian baru bernama ‘Eris’ atau subvarian Omicron EG.5.1.

    Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mencatat 5,4 persen dari 4.396 spesimen pernapasan yang dilaporkan melalui Sistem Data Mart Pernapasan diidentifikasi sebagai Covid-19 pada pekan lalu. Naik dibandingkan dengan 3,7 persen dari 4.403 laporan sebelumnya.

    Dilansir detikhealth, Varian Eris telah diklasifikasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai variant under monitoring (VUM) atau varian yang diawasi pada Juli, setelah prevalensinya tercatat di Inggris dan meningkatnya kasus secara internasional, khususnya di Asia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Covid akan terus berubah dan beradaptasi,” ucap Dr Simon Clarke, ahli mikrobiologi di Reading University kepada MailOnline, dikutip Minggu (6/8/2023).

    berdasarkan catatan UKHSA varian tersebut sudah memiliki pertumbuhan signifikan, hingga 20,5 persen dibandingkan jenis varian maupun subvarian lainnya.

    Varian itu menyumbang 14,6 persen kasus, menjadikannya yang paling umum kedua di Inggris. Tingkat pertumbuhan didasarkan pada sampel pengujian positif yang dilakukan di rumah sakit.

    “Arcturus Subvarian Omicron atau disebut XBB.1.16, itu adalah varian yang paling dominan, menyebabkan 39,4 persen dari semua kasus,” menurut catatan UKHSA.

    Kendati begitu, Spesialis penyakit menular, Professor Paul Hunter, menilai masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan bahwa Eris, yang secara ilmiah dikenal sebagai EG.5.1, akan mempengaruhi tingkat kesehatan di Inggris.

    Meski ia meyakini subvarian itu bisa menjadi dominan di beberapa titik dan mendorong infeksi total, walaupun kemungkinannya tidak secara dramatis.

    Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengatakan meskipun orang sudah terlindungi dengan vaksin dan infeksi sebelumnya, otoritas negara tidak boleh lengah.

    “WHO terus mengimbau orang yang berisiko tinggi untuk memakai masker di tempat ramai, mendapatkan booster jika direkomendasikan, dan memastikan ventilasi yang memadai di dalam ruangan,” ujar Tedros.

    “Dan kami mendesak pemerintah untuk mempertahankan dan tidak membongkar sistem yang mereka bangun untuk Covid-19,” tuturnya.



    Artikel Selanjutnya


    Virus Baru Menggila Setelah Covid, Biang Keroknya Manusia

    (pgr/pgr)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.