Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Karena Hal Ini, Diskominfo & DPRD Sangihe Ajukan Relokasi BTS
    Insight News

    Karena Hal Ini, Diskominfo & DPRD Sangihe Ajukan Relokasi BTS

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Maret 2024Updated:25 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id  – Kepala Diskominfo Kabupaten Kep. Sangihe, Ziefried Harikatang mengatakan, daerah Sangihe merupakan daerah 3T yang membutuhkan konektivitas internet. Pasalnya, daerah ini merupakan perbatasan negara yang rawan penyelundupan dan bencana alam.

    Hal ini diungkapkan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara melakukan kunjungan kerja ke Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk membahas isu konektivitas internet berkaitan dengan relokasi Base Transceiver Station (BTS) yang sudah beroperasi serta peningkatan akses internet di Sangihe yang masih menjadi wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T).

    “Salah satunya di Kecamatan Marore yakni daerah perbatasan dengan Filipina yang mana bandwidth di sana sangat terbatas,” kata dia dikutip Senin (25/3/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lebih lanjut Ziefried menuturkan, pada 2022 lalu pemerintah setempat bersama DPRD telah mengajukan 10 titik lokasi BTS melalui aplikasi PASTI BAKTI. Namun hingga saat ini, masih belum dibangun. Selain adanya pengajuan BTS baru, Ziefried turut mengajukan relokasi BTS eksisting di Desa Ngalipaeng ke lokasi kampung yang masih blank spot, yakni di Desa Basauh Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kepulauan Sangihe.

    Sementara itu Plt Direktur Layanan TI untuk Masyarakat dan Pemerintah BAKTI, Sudarmanto, menyebut bahwa di Sangihe terdapat 8 titik lokasi BTS Bakti.

    “Dari 8 site, 7 site merupakan BTS Eksisting dan 1 new site. Tahun ini, kami diamanatkan Presiden melalui Menteri Kominfo dan Dirut Bakti untuk merampungkan dahulu sisa pekerjaan pembangunan BTS 4G BAKTI khususnya di wilayah Papua,” jelas dia.

    Sedangkan untuk relokasi BTS eksisting yang telah diajukan diperlukan kajian terlebih dahulu.

    “Usulan relokasi, akan coba kami tampung. Nanti kami akan cek lagi urgensi kebutuhan relokasi tersebut,” pungkas Sudarmanto.

    Dalam kesempatan sama, Ketua Komisi II DPRD Sangihe, Demsy Sumendap, meminta agar dilakukan pemasangan akses internet di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

    “Di tengah keterbatasan di daerah, kami ingin Sangihe tidak terlupakan dan tidak kalah dengan tempat-tempat lain,” tutup Demsy.




    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.