Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kapan Vaksinasi Covid Anak Usia 6-11 Dimulai? Ini Kata Menkes
    Insight News

    Kapan Vaksinasi Covid Anak Usia 6-11 Dimulai? Ini Kata Menkes

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2021Updated:15 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin belum dapat memastikan kapan vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun dilakukan. Menurut BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, pemerintah masih fokus kepada kelompok lansia.

    Dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/11/2021), dia mengatakan vaksinasi diberikan berbasis risiko. Pertama adalah tenaga kesehatan karena bertemu dengan pasien secara langsung. Berikutnya adalah lansia karena secara fatalitas tinggi.

    Menurut BGS, prioritas vaksinasi di Indonesia saat ini adalah lansia. Sebab, kelompok tersebut punya fatalitas tinggi, berbeda dengan anak-anak yang hanya di bawah 1%.

    “Prioritaskan ke lansia dulu yang sekarang masih baru mencapai 40%-an,” katanya.

    Dia mengatakan, setelah lansia selesai divaksinasi, akan turun ke kelompok lain yang punya risiko fatalitas lebih rendah.

    Berdasarkan data Kemenkes, sebanyak 21.553.118 orang sasaran vaksinasi dari kelompok lansia. Hingga Minggu (14/11/2021) pukul 18.00 WIB, sebanyak 9.459.973 (43,89%) sudah menjalani vaksinasi 1. Sementara 5.921.285 (27,47%) sudah menjalani vaksinasi 2 alias lengkap.

    Dalam kesempatan yang sama, BGS juga memaparkan stok vaksin Covid-19 di Indonesia. Dia mengeklaim stok masih aman

    “267 juta didistribusikan ke kabupaten, kota, provinsi. Sudah dipakai 206 juta jadi masih ada stok 60 juta,” jelasnya.

    Sementara itu, obat molnupiravir juga diperkirakan akan tiba di Indonesia. Obat-obat itu siap digunakan tahun depan jika terjadi gelombang Covid-19 berikutnya.

    “Kita juga terus mengkaji alternatif obat-obatan lain, kalau misalnya ada yang mirip dengan molnupiravir mengurangi risiko untuk masuk rumah sakit dari orang2 yang terkena kasus. Kami akan terus bekerja Kerjasama BPOM untuk mengkaji alternatif obat ini,” kata Budi.

    [Dexpert.co.id]

    (Sumber: CNBC.com )



    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.