Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Kantor Google Jadi Kota Hantu, Bos Besar Ultimatum Pegawai
    Insight News

    Kantor Google Jadi Kota Hantu, Bos Besar Ultimatum Pegawai

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Maret 2023Updated:8 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kantor Google untuk divisi ‘Cloud’ di Amerika Serikat (AS) berubah menjadi ‘kota hantu’ karena para pegawainya jarang masuk kantor . CEO Google, Sundar Pichai, sampai mengeluh dengan keadaan ini.

    Menurut laporan CNBC Internasional mengutip audio pada pertemuan town hall pekan lalu, hanya 30% pegawai Google yang masuk kantor sekali atau 2 kali seminggu.

    “Bagi saya jelas bahwa mereka berusaha untuk menjadi efisien dan menghemat uang. Namun pada saat yang sama, kita harus memanfaatkan fasilitas yang ada,” kata Pichai dikutip dari The Register, Rabu (8/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Ngomong-ngomong, ada orang yang secara rutin mengeluh mereka datang dan ada banyak meja yang kosong dan rasanya seperti kota hantu, tentu ini bukan pengalaman yang menyenangkan”.

    Pichai mengatakan ke kantor dengan frekuensi 1 hingga 2 kali seminggu tidak efisien. Ia mendorong karyawan agar lebih bijak dalam memanfaatkan ruang kantor yang disediakan.

    “Kita punya real estate yang mahal. Dan jika mereka hanya digunakan 30% dalam satu waktu, kita harus evaluasi lagi,” jelasnya.

    Para staf Cloud Google diperkenalkan konsep kerja baru bulan lalu. Menurut laporan, sebagian besar dari mereka diminta berbagi meja dengan karyawan lainnya.

    Google mengatakan akan mengatur mekanisme pembagian meja tersebut. Salah satunya, menetapkan norma saat bekerja.

    Ahli strategi dan operasi Google Cloud, Anas Osman, menjelaskan satu desktop untuk seorang pegawai digunakan sekitar 35% pegawai dalam 4 hari.

    “Kami pikir ini adalah keseimbangan yang baik mengenai bagaimana menemukan efisiensi dan menciptakan pengalaman yang lebih baik,” kata Osman.

    “[Para pegawai] melaporkan kolaborasi jauh lebih baik saat menetapkan hari di kantor bahkan dalam waktu singkat dengan model rotasi atau meja bersama,” tambahnya.



    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.