Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jual Beli Data Pelanggan Fintech Marak, Apa Solusinya?
    Insight News

    Jual Beli Data Pelanggan Fintech Marak, Apa Solusinya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Februari 2022Updated:7 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu belakangan, banyak pihak tak bertanggung jawab yang memanfaatkan data pribadi pelanggan fintech seperti data Kartu Tanda Penduduk (KTP). Hal itu tak ayal memicu keresahan di kalangan masyarakat.

    Merespons hal tersebut, Steering Committee Indonesia Fintech Society Karaniya Dharmasaputra mengusulkan agar para pihak memperkuat proses eKYC atau electronic know your customer. Sekadar informasi, eKYC dalah pengenalan pelanggan secara elektronik atau digital yang melibatkan sistem. Sehingga proses tersebut dapat dilakukan dengan mudah tanpa melibatkan kontak fisik.

    “Ini saya kira sedang dipersiapkan oleh Dukcapil agar sekiranya proses eKYC semakin diperkuat, bukan hanya bisa melakukan validasi KTP saja,” ujarnya saat media briefing virtual, Senin (7/2/2022).

    Lebih lanjut, kata Karaniya, proses eKYC bisa melibatkan beberapa data lain selain KTP, misalnya yang bisa dipertimbangkan yakni Nomor Kartu Keluarga atau nama ibu kandung. Jadi, jika melengkapi proses eKYC dengan data poin lain untuk validasi, dapat semakin mereduksi, memitigasi risiko dari tindakan yang tidak bertanggung jawab.

    SC IFSoc Hendri Saparini menambahkan perluasan manfaat eKYC perlu diiringi percepatan penetrasi internet di Indonesia. Karena kalau memang kebutuhannya sangat mendesak, maka dukungan pemerintah kepada masyarakat bisa memanfaatkan internet sangat penting.

    Sebab, saat ini, pelaku transaksi pembayaran digital di Indonesia sudah mencapai 129,9 juta orang atau hampir 130 juta orang. Sedangkan ada 48,9 juta masyarakat Indonesia yang sudah memiliki setidaknya satu akun di lembaga finansial.

    “Masih ada 12 ribu desa dari 72 ribu yang belum tersentuh internet dan 42 desa yang perlu ditingkatkan akses internetnya agar lebih stabil. Ini adalah tantangan eKYC yg ada di Indonesia,” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (Sumber: CNBC.com )



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.