Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Ketar-Ketir, Hacker Jebol Infrastruktur Amerika
    Insight News

    Joe Biden Ketar-Ketir, Hacker Jebol Infrastruktur Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Juli 2023Updated:26 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden memonitor hacker yang mengeksploitasi kerentanan zero-day dalam produk Citrix untuk menargetkan setidaknya sebuah organisasi infrastruktur penting di Amerika Serikat.

    Berita yang dilaporkan oleh TechCrunch, telah dikonfirmasi oleh Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA), serta beberapa perusahaan keamanan siber.

    Melansir Tech Radar, hacker yang tidak disebutkan namanya menggunakan celah di NetScaler ADC dan NetScaler Gateway yang dilacak sebagai CVE-2023-3519. Tindakan ini memiliki peringkat keparahan 9,8, yang menjadikannya celah keamanan cukup kritis.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mereka menggunakannya untuk menjalankan kode arbitrer pada perangkat sebagai pengguna yang tidak diautentikasi. NetScaler ADC dan NetScaler Gateway adalah produk kelas perusahaan yang dibangun untuk pengiriman aplikasi yang aman dan layanan VPN.

    Beberapa hari setelah Citrix merilis perbaikan dan mendesak pengguna untuk menerapkannya segera. Setelahnya CISA ikut memberi komentar dan mengatakan telah mengamati celah yang disalahgunakan pada bulan Juni, terhadap organisasi infrastruktur kritis AS yang tidak disebutkan namanya.

    Menurut CISA, penyerang menggunakan cacat tersebut untuk mengirimkan webshell di NetScaler ADC, yang memungkinkan mereka mencuri data sensitif dari Direktori Aktif perusahaan. Kabar baiknya adalah alat tersebut diisolasi di dalam jaringan, mencegah penyerang bergerak ke samping dan menimbulkan lebih banyak kerusakan.

    Meski sudah diperbaiki, dilaporkan ada lebih dari 15.000 server Citrix di seluruh dunia yang belum ditambal, dan itu rentan terhadap celah keamanan ini. Sebagian besar berada di Amerika Serikat (5.700), dengan jumlah yang signifikan juga di Jerman (1.500), dan Inggris (1.000).

    Citrix mengatakan belum mengetahui siapa yang mengeksploitasi kelemahan tersebut, tapi mereka mencurigai aktor yang bermotivasi finansial dan yang disponsori negara. Dan China disebut-sebut lagi dalam masalah ini.

    Para peneliti dari Mandiant mengatakan hal yang sama,bahwa aktivitas tersebut “konsisten dengan operasi sebelumnya oleh aktor perhubungan China berdasarkan kemampuan dan tindakan yang diketahui terhadap Citrix ADC pada tahun 2022.”


    Artikel Selanjutnya


    TikTok Diancam Amerika, Tendang China Atau Diblokir

    (dem)


    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.