Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Joe Biden Blokir Total, China Tak Dikasih Ampun
    Insight News

    Joe Biden Blokir Total, China Tak Dikasih Ampun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Oktober 2023Updated:18 Oktober 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Otoritas Amerika Serikat (AS) mengambil langkah pemblokiran teknologi yang lebih luas dan ketat ke China. Dengan begitu, produsen chip AS tak bisa lagi menjual semikonduktor ke Negeri Tirai Bambu. 

    Pengetatan ini menyusul dugaan perusahaan China diam-diam melanggar sanksi dagang dan masih ‘menyelundupkan’ teknologi AS dengan berbagai modus.

    Aturan baru ini pertama kali dilaporkan oleh Reuters. Seorang pejabat mengatakan pemerintahan Joe Biden menyusun langkah pembatasan lebih lanjut dari aturan yang dicanangkan pada Oktober 2022 lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Intinya, pengiriman chip canggih dan peralatan manufaktur chip dari AS tak bisa lagi tembus ke China dari berbagai sumber. 

    Pembaruan diharapkan akan terjadi minggu ini, meskipun jadwal tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya dan bisa saja meleset dari perkiraan.

    Aturan baru ini akan memblokir beberapa chip AI yang berada di bawah parameter teknis sekarang dan menuntut perusahaan melaporkan pengiriman chip lainnya.

    Juru bicara Departemen Perdagangan AS, yang mengawasi pengendalian ekspor, menolak berkomentar.

    Tindakan keras terbaru terhadap ekspor teknologi ke China bertepatan dengan upaya AS untuk mencairkan hubungan buruk antara dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

    Beberapa anggota senior pemerintahan Biden telah bertemu dengan rekan-rekan mereka dari China dalam beberapa bulan terakhir, dan peraturan terbaru ini berisiko mempersulit upaya diplomatik.

    Pemerintahan Biden mengatakan pihaknya merancang pembatasan ekspor untuk mencegah chip dan peralatan AS memperkuat militer China.

    Beijing menuduh Amerika Serikat menyalahgunakan kontrol ekspor untuk menekan perusahaan-perusahaan China. Pembatasan ini menandai perubahan bersejarah dalam kebijakan teknologi AS-China.

    Kedutaan Besar Tiongkok di Washington tidak segera menanggapi permintaan komentar.

    Tahun lalu, pembatasan yang pemerintah AS terapkan membuat Nvidia, produsen chip paling berharga di dunia, tidak dapat mengirimkan dua chip AI tercanggihnya ke pelanggan China, chip yang telah menjadi standar industri untuk mengembangkan chatbot dan sistem AI lainnya.

    Namun Nvidia segera merilis varian baru di pasar Tiongkok yang dibuat kurang canggih dan berhasil melewati kontrol ekspor AS.

    Salah satunya, bernama H800, memiliki kekuatan komputasi yang sama besarnya pada beberapa pengaturan yang digunakan dalam pekerjaan AI seperti chip H100 milik perusahaan yang lebih bertenaga namun diblokir. Namun, beberapa aspek kinerja utama masih terbatas, menurut lembar spesifikasi yang dilihat oleh Reuters.

    AS sekarang berencana untuk memperkenalkan pedoman baru chip AI yang akan membatasi chip AI pusat data canggih tertentu yang saat ini tidak digunakan.

    Meskipun pejabat tersebut menolak untuk mengidentifikasi chip tambahan mana yang akan dilarang secara efektif, H800 Nvidia adalah semikonduktor yang sumbernya menyarankan pemerintah ingin memblokirnya.

    Nvidia yang berbasis di Santa Clara, California tidak segera menanggapi permintaan komentar.



    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Blokir 42 Perusahaan China Gegara Bantu Putin

    (fab/fab)


    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.