Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jangan Jijik, Peneliti Beberkan Khasiat Donor di Bank Tinja
    Insight News

    Jangan Jijik, Peneliti Beberkan Khasiat Donor di Bank Tinja

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Juli 2022Updated:4 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Menyimpan kotoran manusia terkesan menjijikkan? Tidak bagi beberapa peneliti, yang mengatakan aktivitas ini penting untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan melalui donor.

    Untuk pasien manusia, teknik transplantasi tinja yaitu memindahkan mikrobioma dari kotoran manusia dari individu yang sehat ke orang lain saat ini banyak digunakan untuk mengobati kondisi Clostridioides difficile infection (CDI) atau radang usus (IBD). Namun, banyak ahli menyatakan metode serupa bisa digunakan untuk berbagai penyakit lain.

    Tidak hanya itu, pengembangan sistem transplantasi tinja (FMT) autologus, yaitu transplantasi dari donor dan penerima yang sama, bisa mengatasi masalah yang selama ini ditemui pada metode ini yaitu ketidakcocokan antara donor dan penerima.

    Namun perlu dicatat, kotoran yang dikumpulkan berasal dari saat pasien muda dan sehat. Kemudian, mikrobioma tersebut disimpan dalam fasilitas pendingin untuk dapat digunakan pada masa depan jika pasien nanti membutuhkan transplantasi.

    “Secara konseptual, ide bank tinja untuk FMT autologus mirip dengan saat orang tua menyimpan darah tali pusar bayi mereka kemungkinan penggunaan di masa depan,” kata ahli sistem biologi dari Universitas Harvard, Yang-Yu Liu dikutip dari Science Alert, Jumat (1/7/2022). “Namun ada potensi lebih besar penyimpanan tinja, dan kami mengantisipasi kemungkinan penggunaan sampel tinja jauh lebih tinggi dari darah tali pusar.”

    Pusat penyimpanan tinja kini sudah tersedia, yang pertama adalah Open Biome yang bersifat nirlaba. Lokasinya di Somerville, Massachusetts.

    Sejak saat itu, sejumlah fasilitas serupa telah dibuka. Science Alert mencatat meskipun sebagian besar nampaknya biasanya menyimpan untuk motede FMT heterolog, daripada yang autologus.

    “Pada prinsipnya prosedur penyaringan inang serta pengumpulan sampel yang sama bisa digunakan untuk tujuan meremajakan mikrobioma dengan FMT autologus,” ujar sebuah penelitian yang ditulis Yang-Yu Liu serta rekan peneliti lainnya.

    Tim peneliti mengungkapkan tidak perlu membuka tempat baru untuk FMT autologus. Namun dari yang sudah ada bisa digunakan kembali untuk meremajakan FMT autologus.

    Rekan penulis dan ahli epidemiologi, Scott T. Weiss mengatakan FMT autologus punya potensi mengobati penyakit autoimun, jantung bahkan penuaan.

    “FMT autologus memiliki potensi untuk mengobati penyakit autoimun seperti asma, multiple sclerosis, radang usus, diabetes, obesitas, dan penyakit jantung dan penuaan,” kata Weiss.

    [Dexpert.co.id]


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.