Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Jack Ma Makin Miskin! Hartanya Nguap Rp 47 T, Ada Apa?
    Insight News

    Jack Ma Makin Miskin! Hartanya Nguap Rp 47 T, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Februari 2023Updated:24 Februari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Miliarder asal China, Jack Ma, dilaporkan mengalami kemerosotan harta kekayaan. Hal ini disebabkan oleh kekhawatiran investor bahwa perusahaan yang didirikannya, Alibaba, akan mengalami masa-masa suram pada 2023 ini.

    Dalam laporan Forbes, Jumat (24/2/2023), kekayaan Ma telah turun US$ 3,1 miliar (Rp 47 triliun) sejak saham perusahaannya berada di harga 122 dolar Hong Kong pada bulan Januari lalu. Dengan adanya hal ini, kekayaan Ma saat ini mencapai US$ 23,6 miliar (Rp 359 triliun).

    Sebenarnya, pada Januari lalu, investor memiliki sentimen yang baik terhadap China, di mana Negeri Tirai Bambu mulai membuka kembali aktivitas warganya dari penguncian Covid-19. Namun, beberapa data menjelaskan bahwa laju pemulihan permintaan konsumen China belum sekuat yang diharapkan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Meskipun pabrik telah melanjutkan produksi dan orang-orang kembali bekerja, masih belum ada keinginan yang kuat untuk membeli barang seperti pakaian dan produk kecantikan,” kata Shawn Yang, direktur pelaksana di perusahaan riset Blue Lotus Capital Advisors yang berbasis di Shenzhen.

    Kekhawatiran ini pun juga dilengkapi dengan potensi erosi margin pasca perang harga baru yang terjadi di sektor e-commerce. Saham perusahaan e-commerce yang terdaftar di Hong Kong turun 5,3% pada hari Jumat, meskipun berhasil menambah pendapatan sebesar 2% yang naik menjadi 247,8 miliar yuan untuk kuartal keempat 2022.

    Menurut rilis pendapatan Alibaba, pertumbuhan terutama didukung oleh penjualan dari unit internasionalnya, yang naik 18% secara year-on-year. Bisnis perdagangan intinya di China, termasuk pendapatan dari situs belanja Taobao dan Tmall, sebenarnya turun 1%.

    “Akhir tahun ini akan ada pemulihan di pasar e-commerce China tetapi itu tidak berarti Alibaba akan mengalami pemulihan yang sangat kuat,” kata Ke Yan, kepala penelitian di DZT Research yang berbasis di Singapura.

    “Pesaingnya seperti Pinduoduo, Douyin, dan Kuaishou semuanya berusaha merebut pangsa pasar.”



    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.