Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Investree, Tanifund, iGrow Bikin Was-Was, Investor Buka Suara
    Insight News

    Investree, Tanifund, iGrow Bikin Was-Was, Investor Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juli 2023Updated:14 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Industri fintech peer-to-peer (P2P) lending sedang bikin was-was dengan kasus gagal bayar. Seperti yang terjadi pada tiga perusahaan fintech yakni Investree, Tanifund, dan iGrow.

    Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputro, mengatakan bahwa dari kacamata investor harus melihat ekosistem secara keseluruhan. Tidak bisa dinilai hanya dari beberapa perusahaan.

    Menurutnya, ekosistem suatu industri bisa dilihat dari beberapa faktor. Misalnya NPL-nya sehat, penyaluran pembiayaan tumbuh, dan borrower-nya meingkat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kita harus lihat ekosistem atau industri secara keseluruhan apakah masih sehat atau nggak. Jadi tolong dilihatnya tidak hanya satu per satu perusahaan tapi lebih keseluruhan industri,” kata Eddi saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (14/7/2023).

    Saat ditanya tentang isu kepercayaan orang berinvestasi berkurang, ia mengatakan masih perlu studi lebih lanjut.

    Tapi jika melihat indikator tentu, ia menyebut kepercayaan berinvestasi tetap ada.

    “Kalau melihat lending-nya masih naik sebenarnya kepercayaan tidak turun ya,” ujarnya.

    Dikabarkan sebelumnya, ketiga perusahaan yang disebut diketahui tengah tersandung masalah yang sama yakni tingkat kredit macet yang tinggi.

    Terbaru, para lender dari Investree meramaikan jagad Twitter dengan keluhannya. Ternyata, ada beberapa lender yang mengalami keterlambatan pembayaran imbal hasil pendanaan selama ratusan hari.

    Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia Research di Twitter, akun @Mila81343483 mengaku bahwa Investree sudah telat mengembalikan uang yang disetor olehnya selama 405 hari.

    Sementara itu, dalam cuitan akun @yseandrv pada 21 Mei lalu, akun Twitter tersebut menunjukkan screenshot beberapa pendanaan yang dilakukannya di Investree. Dari empat pendanaan, dua di antaranya terlambat 100 hari dan satu lagi 212 hari.

    CEO Investree Adrian Gunadi telah memberikan pernyataan soal komentar lender Investree di Twitter kepada CNBC Indonesia.

    Ia menyatakan bahwa TKB90 Investree per 30 April 2023 adalah 97,07 persen di atas rata-rata industri sebesar 95,7 persen.

    “Investree terus berkomitmen untuk memberikan penyelesaian yang optimal bagi Borrower dan Lender, termasuk mengirimkan informasi terkini yang bersifat real-time terkait pendanaan kepada Lender, dan semua ini kami lakukan dengan pengawasan dari OJK sebagai bentuk kepatuhan dan juga transparansi Investree.” katanya.


    Artikel Selanjutnya


    Kredit Macet di Tanifund Gawat, OJK Ungkap Alasannya

    (fab/fab)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.