Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Inti Bumi di Bawah Laut RI Miring, Apa Dampaknya?
    Insight News

    Inti Bumi di Bawah Laut RI Miring, Apa Dampaknya?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Maret 2022Updated:19 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah penelitian menemukan jika inti Bumi di bawah laut Indonesia miring. Tepatnya ini terjadi di bagian Laut Banda.

    The Independent melaporkan beberapa waktu lalu jika hal tersebut terjadi karena inti Bumi di Indonesia kehilangan panas lebih cepat daripada wilayah lain.

    Ternyata hal yang sama ternyata juga terjadi di negara Brasil. Oleh karena itu pendinginan terjadi lebih cepat, akibat kristalisasi besi penyusun inti, dikutip Jumat (18/3/2022).

    Temuan ini diungkap oleh seismolog University of California di Berkeley. Saat itu mereka sedang mempelajari gelombang seismik, yaitu getaran bawah tanah yang dihasilkan oleh gempa Bumi. Gelombang tersebut ternyata melewati inti besi padat Bumi.

    Hal ini ternyata telah terjadi sejak lama, tepatnya 500 tahun lalu. Namun belum diketahui alasan proses pendinginan terjadi cepat di Indonesia.

    “Satu-satunya cara kami dapat jelaskan adalah sisi satunya tumbuh lebih cepat disbanding yang lain,” kata penulis utama studi Daniel Frost, seismolog di University of California, Berkeley.

    Inti Bumi Indonesia yang kehilangan panas lebih cepat tersebut membuat ilmuwan memiliki kesimpulan baru. Yakni soal kristalisasi besi lebih condong di wilayah barat (Laut Banda) dibandingkan dengan timur (Brasil).

    Menurut para peneliti, terdapat pertumbuhan asimetris 60% lebih tinggi ke arah barat. Mereka juga meyakini hal itu bukan berarti ada catatan atau risiko lain yang membuatnya tidak seimbang.

    Namun masih ada misteri lain yang harus dipecahkan. “Pertanyaannya adalah, apakah ini mengubah kekuatan medan magnet?” ujar Frost.

    Sebagai informasi medan magnet Bumi merupakan medan geomagnetic yang menjangkau dari bagian dalam Bumi hingga ke batas medan magnet bertemu dengan radiasi Matahari.

    Sederhananya, medan magnet Bumi memantulkan sebagian besar angin Matahari. Ini adalah arus partikel bermuatan dari Matahari yang bisa mengurai di lapisan atmosfer Bumi.

    Medan magnet Bumi juga digunakan untuk beberapa hal. Seperti kompas yang digunakan manusia dan hewan bermigrasi.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.