Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Internet RI Dilarang di Bawah 100 Mbps, Tarif Bakal Naik?
    Insight News

    Internet RI Dilarang di Bawah 100 Mbps, Tarif Bakal Naik?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa31 Januari 2024Updated:31 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi merencanakan akan mewajibkan internet di atas 100 Mbps. Lalu pertanyaan apakah akan menaikkan tarif internet di Indonesia?

    Dirjen PPI Kementerian Kominfo, Wayan Toni Supriyanto menyatakan belum bisa berbicara banyak soal kewajiban kecepatan internet tersebut. Karena kebijakan itu butuh kajian terlebih dulu.

    Termasuk soal harga, dia mengatakan belum bisa menjawabnya. Namun bisa saja nanti harga internet 100 Mbps lebih murah dibandingkan yang ada sekarang.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Nah itu kami belum bisa jawab, karena bisa saja nanti menurut masukkan operator dengan kecepatan seperti ini justru pelanggan lebih banyak justru menurunkan tarif. Belum bisa kami jawab,” kata Wayan ditemui saat Press Conference Hasil Survei Penetrasi Internet Indonesia Tahun 2024, Jakarta, Rabu (31/1/2024).

    Ketua Umum APJII, Muhammad Arif mengatakan untuk internet backbone tidak ada kebijakan satu harga seperti BBM. Harga di pulau Jawa biasanya lebih murah dibandingkan di wilayah Timur.

    Dia mencontohkan harga 1 backbone fiber optik di pulau Jawa kurang dari Rp 10 juta. Namun Indonesia bagian timur bisa mencapai 4-5 kali lipatnya.

    “Enggak usah jauh-jauh deh, harga 1 backbone fiber optik di Jawa itu sekarang udah Rp 10 juta di bawah Rp 10 juta bahkan. Enggak usah kita ngomongin ke Papua, di Makassar ataupun Manado itu udah pasti Rp 40 juta sampai 50 juta itu aja udah 4 kali 5 kali lipat harganya,” kata Arif.

    Jika kebijakan 100 Mbps jadi terlaksana sekarang, menurutnya tidak mungkin bisa disamaratakan harganya. Arif kembali menekankan perlunya kajian dan berharap semua pihak bisa ikut berkontribusi.

    “Bukan hanya pemerintah, tapi benar-benar para pemain-pemain operator besar pemilik kabel laut dan lain juga harus berkontribusi. Sehingga bisa dapat menyatukan satu tadi ya ngisi harga ini bisa lebih rata ya secara nasional,” jelasnya.




    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.