Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Vaksin Booster Covid yang Direstui Kemenkes, Ada Pfizer?
    Insight News

    Ini Vaksin Booster Covid yang Direstui Kemenkes, Ada Pfizer?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Maret 2022Updated:20 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Kesehatan terus mendorong masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin primer (dua dosis) untuk segera mendapatkan vaksin booster Covid-19. Tujuannya agar melindungi tubuh dari infeksi Covid-19 dan varian baru.

    Vaksin booster diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun enam bulan setelah mendapatkan vaksin dosis kedua. Adapun lansia (usia 60 tahun ke atas) dianjutkan tiga bulan setelah dosis kedua.

    Saat ini ada enam jenis vaksin booster yang telah direstui oleh Kemenkes. Keenam jenis vaksin tersebut adalah Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Janssen (J&J) dan Sinopharm.

    Kombinasi vaksin penguat tersebut ada yang menggunakan homolog dan heterolog. Homolog artinya memberikan dosis booster dengan jenis yang sama seperti vaksin primer sebelumnya. Sementara heterolog adalah jenis vaksin booster berbeda dengan dua dosis vaksin awal.

    Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Booster, vaksin booster digunakan sesuai dengan ketersediaan di setiap daerah. Selain itu juga mengutamakan vaksin dengan masa expired terdekat.

    “Vaksin yang digunakan untuk dosis booster ini disesuaikan dengan ketersediaan vaksin di masing-masing daerah dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired terdekat. Di samping itu, vaksinasi dosis primer tetap harus dikejar agar dapat mencapai target,” kata Siti Nadia, dikutip dari laman Sehat Negeriku, Kamis (17/3/2022).

    Berikut daftar dan kombinasi vaksin dalam program vaksinasi booster yang diumumkan Kementerian Kesehatan:

    1. Vaksin primer Sinovac, vaksin boosternya menggunakan AstraZeneca separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan Moderna dosis penuh (0,5 ml).
    2. Vaksin primer AstraZeneca, vaksin boosternya menggunakan Moderna separuh dosis (0,25 ml), Pfizer separuh dosis (0,15 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).
    3. Vaksin primer Pfizer, vaksin boosternya menggunakan Pfizer dosis penuh (0,3 ml), Moderna separuh dosis (0,25 ml), dan AstraZeneca dosis penuh (0,5 ml).
    4. Vaksin primer Moderna, boosternya menggunakan vaksin yang sama Moderna separuh dosis (0,25 ml).
    5. Vaksin primer Janssen (J&J), vaksin boosternya menggunakan Moderna separuh dosis (0,25 ml).
    6. Vaksin primer Sinopharm, vaksin boosternya menggunakan Sinopharm juga dosis penuh (0,5 ml).

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.