Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Status Jaringan Telko Pasca Erupsi Gunung Semeru
    Insight News

    Ini Status Jaringan Telko Pasca Erupsi Gunung Semeru

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Desember 2022Updated:5 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Gunung Semeru diketahui erupsi pada akhir pekan lalu. Kementerian Kominfo memberikan update dampak bencana tersebut pada infrastruktur telekomunikasi.

    Dari laporan yang didapatkan CNBC Indonesia status per 5 Desember 2022 pukul 10:00 WIB, untuk Telkomsel seluruh kondisi jaringan aman. Sementara itu Telkom mengalami kendala pada abu vulkanik Semerum, namun belum ada laporan dan akan disampaikan lagi informasi terbarunya.

    Indosat dilaporkan belum dapat mengecek keadaan infrastruktur. Karena lokasi masih diisolir dan belum bisa diakses.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Dalam laporan tersebut, Indosat disebutkan memiliki satu site terdampak di Supit Urang. Site tersebut statusnya down, site paling dekat dan paling tinggi di Semeru.

    Smartfren memiliki 5 BTS yang down. Listrik padam terjadi sejak Minggu siang dan tertutup di Area Supit Urang, Oro oro Ombo, dan Taman Ayu. Di wilayah tersebut tidak bisa menggunakan mobile genset.

    “Posisi saat ini tinggal 1 BTS mati, yang lainnya sudah up. Letak di SupitUrang, ini daerah Curah Kobokan,” tulis laporan itu.

    Sementara itu, aktivitas di Gunung Semeru cenderung mereda. Ini terjadi setelah status dinaikkan dari level 3 (level siaga) menjadi level 4 (level awas) pada Minggu (4/12/2022).

    “Aktivitas cenderung mereda walaupun 2 jam lalu masih teramati ada awan panas kecil sejauh 7 km. Level 4 atau level awas adalah level tertinggi dari 4 level tingkat aktivitas gunung api,” ungkap Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi, Hendra Gunawan, kepada CNBC Indonesia.

    Hendra juga mengimbau kepada masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak. Secara sektoral 19 km ke arah tenggara atau searah aliran besuk Kobikan dan Kali Lanang.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.