Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Jurus Baru Eropa Tekan Rusia, Putin Melawan!
    Insight News

    Ini Jurus Baru Eropa Tekan Rusia, Putin Melawan!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 September 2022Updated:8 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Ketua Uni Eropa (UE) Ursula von der Leyen pada Rabu, (7/9/2022), mengusulkan agar negara-negara anggota blok itu menyetujui pembatasan harga impor minyak dan gas Rusia. Hal ini untuk memberikan hukuman kepada Moskow atas serangannya ke Ukraina.

    Dalam pernyataannya, von der Leyen mengatakan bahwa dana yang didapatkan Rusia dari penjualan minyak dan gas telah digunakan untuk membiayai perang. Untuk itu, perlu tindakan keras untuk menghantam pendapatan negara pimpinan Presiden Vladimir Putin itu.

    “Tujuannya di sini sangat jelas. Kita harus memotong pendapatan Rusia yang (pemimpin Rusia Vladimir) Putin gunakan untuk membiayai perang keji melawan Ukraina ini,” kata von der Leyen dikutip AFP.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebelumnya, usulan mengenai batas atas harga minyak Rusia telah diusulkan oleh aliansi tujuh negara industri yang tergabung dalam G7. Hal ini direncanakan dengan tujuan yang sama yakni mengurangi pendapatan Moskow.

    Seorang pejabat G7 akhir bulan lalu menjelaskan bahwa harga maksimum akan tetap di atas biaya produksi, sehingga tidak masuk akal secara ekonomi bagi Moskow untuk menolak minyak ke negara-negara pengimpor.

    Meski begitu, Rusia mengatakan tidak akan mengekspor minyaknya ke negara-negara yang mengusulkan harga sesuai price cap atau batas atas yang ditentukan oleh G7.

    Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobyeva, mengatakan batas atas yang ingin diterapkan itu merupakan sesuatu yang melanggar. Pasalnya, harga minyak seharusnya ditentukan dengan mekanisme pasar.

    “Harga harus sesuai dengan kesepakatan negosiasi atau kontrak. Tentu itu (price cap G7) merupakan sebuah pelanggaran,” terangnya dalam konferensi pers, Rabu (7/9/2022).

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    TV Parlemen Diblokir YouTube, Pejabat Rusia Marah

    (hoi/hoi)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.