Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ini Cara NASA Perkirakan Kiamat di Bumi
    Insight News

    Ini Cara NASA Perkirakan Kiamat di Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 November 2023Updated:5 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Perusahaan luar angkasa pemerintah Amerika Serikat, The National Aeronautics and Space Administration atau NASA mengklaim bisa memberikan peringatan 30 menit sebelum terjadinya fenomena badai matahari, yang berpotensi membuat “kiamat” dunia.

    NASA mengungkapkan hal tersebut setelah melirik penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk memprediksi fenomena antariksa yang terjadi di masa depan. NASA pun tengah mengembangkan model AI untuk memprediksi badai matahari dahsyat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Baca:Terbaru, Jokowi Beri Peringatan Soal Kiamat Kian Nyata

    Peringatan dini akan mendeteksi lebih awal saat fenomena besar terjadi dan berpotensi menghancurkan wilayah tertentu. Cahaya bisa bergerak dari material yang disemburkan Matahari saat badai berlangsung.

    NASA akan mendapatkan data dari sejumlah satelit, seperti ACE, WIND, IMP-8, dan Geotail. Tugasnya adalah mengembangkan cara untuk mengetahui secara presisi kapan badai matahari terjadi dan dampak yang ditimbulkan.

    Dikutip dari Science Alert, para ilmuwan melatih model pembelajaran yang dinamakan DAGGER. Berbeda dengan algoritma prediktif lainnya, model ini memiliki peningkatan kecepatan.

    Tim peneliti mengungkapkan bisa memprediksi tingkat keparahan dan arah peristiwa kurang dari satu detik. Setiap menitnya, DAGGER juga bisa membuat prediksi.

    Beberapa kejadian badai matahari memang berdampak besar pada sejumlah wilayah di Bumi. Misalnya 35 tahun lalu, wilayah Quebec tidak bisa teraliri listrik selama berjam-jam.

    Kerusakan besar juga terjadi pada peristiwa Carrington 150 tahun lalu. Saat itu infrastruktur listrik dan komunikasi rusak parah akibat badai.

    Sebelumnya, algoritma butuh waktu yang cukup lama untuk bisa memprediksi atau bahkan memberi peringatan saat badai akan menghantam Bumi.



    Artikel Selanjutnya


    NASA Blak-blakan soal Fakta Kemunculan Tanda Kiamat

    (mkh/mkh)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.