Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Indonesia Butuh Rp 13,47 T Buat Proyek Satelit Raksasa Satria-2
    Insight News

    Indonesia Butuh Rp 13,47 T Buat Proyek Satelit Raksasa Satria-2

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa9 Maret 2024Updated:9 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo menaksir proyek satelit raksasa Satria-2 akan menelan biaya sekitar US$ 864 juta atau sekitar Rp 13,47 triliun.

    “US$ 864 juta Itu sudah semua, bukan hanya space segment, tapi juga ground segment-nya,” ucap Direktur BAKTI Kominfo Fadhilah Mathar kepada wartawan di Gedung Kominfo, Jakarta pada Jumat, (8/3/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Adapun proyek tersebut akan memanfaatkan fasilitas pinjaman luar negeri untuk pembiayaannya. Diharapkan, tahun ini Satria 2 sudah bisa masuk ke dalam tahap green book pinjaman luar negeri atau hibah luar negeri.

    “Apakah pengadaan masuk ke dalam tahun ini? Pengadaan proses agreement itu tidak bisa langsung. Kalau proses pinjaman luar negeri ini tidak seperti APBN rupiah murni atau APBN PNBP ada tahapan luar agreement, kemudian sebelum itu ada tahapan request kepada penyedia setelah itu baru penyediaan,” jelasnya.

    Bila sudah disetujui, Fadhillah menargetkan, pengadaannya paling lambat bisa mulai pada 2025. Sementara ini, proyek Satria 2 dalam proses perbaikan untuk optimalisasi teknis 1 dan juga proses perencanaan.

    Adapun terkait slot orbitnya, Satria 2 akan mengikuti skema orbit Satria 1 dengan kapasitas berkisar 300 gbts.

    Sementara untuk pilihan teknologinya, saat perencanaan, Satria-2 diproyeksikan menggunakan orbit tinggi, atau Geostasioner Earth Orbit (GEO), ketimbang low earth orbit (LEO). Namun, BAKTI masih akan berdiskusi dengan Bapennas terkait keputusan tersebut.

    “Kami minta nanti Satria-2 bisa dikombinasikan teknologi lainnya yang tersedia dimanfaatkan masyarakat pada saat konstruksi dilakukan, tapi saat sekarang itu masih GEO,” kata dia.

    Terkait cakupannya, Satria-2 akan melayani sektor keamanan & pertahanan, sekolah, puskesmas, kantor-kantor kecamatan, mungkin sektor tambahan lainnya adalah pariwisata dan sektor produktif.




    Smart your life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.