Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»India Rilis Rupee Digital Tahun Ini, Pesaing Kripto Bitcoin
    Insight News

    India Rilis Rupee Digital Tahun Ini, Pesaing Kripto Bitcoin

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 Februari 2022Updated:2 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Bank sentral India atau Reserve Bank of India akan meluncurkan rupee digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) pada tahun fiskal berikutnya. Hal ini diungkapkan oleh menteri keuangan India.

    “Pengenalan CDBC akan memberikan dorongan, dorongan besar bagi ekonomi digital,” ujar Menteri Keuangan India Nirmala Sitharaman. “Mata uang digital juga akan mengarah pada sistem manajemen mata uang yang lebih efisien dan lebih murah.”

    Reserve Bank of India akan memperkenalkan rupee digital pada tahun keuangan 2022-2023 yang dimulai pada 1 April, seperti dikutip dari CNBC International, Rabu (2/2/2022).

    Nirmala Sitharaman tidak memberikan rincian tentang bagaimana rupee digital akan bekerja atau seperti apa bentuknya, tetapi ia mengatakan rupee digital akan diperkenalkan “menggunakan blockchain dan teknologi lainnya.”

    Blockchain mengacu pada teknologi yang awalnya dibuat bersama bitcoin, tetapi definisi tersebut telah berkembang karena aplikasinya telah melampaui cryptocurrency.

    India akan menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia yang memperkenalkan mata uang digital bank sentral (CBDC) jika rencana ini terealisasi. China telah mengerjakan versi yuan digital sejak 2014 dan paling maju dalam hal peluncuran CBDC secara global.

    Selama dua tahun terakhir, Bank Rakyat China telah melakukan uji coba dalam bentuk lotere, di mana yuan digital dibagikan kepada warga di kota-kota tertentu untuk mereka belanjakan. Baru-baru ini, bank sentral telah berupaya memperluas penggunaan yuan digital. China belum meluncurkan mata uang digitalnya secara nasional dan tidak memiliki garis waktu untuk melakukannya.

    Sementara India mendorong maju dengan rupee digital, pemerintah India telah mencoba mengambil sikap yang lebih keras terhadap cryptocurrency seperti Bitcoin dan saat ini sedang mengerjakan regulasi untuk sektor ini. Nirmala Sitharaman mengatakan pendapatan dari transfer aset digital virtual harus dikenakan pajak sebesar 30%.

    [Dexpert.co.id]

    (Update dari:CNBC.com )



    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.