Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ilmuwan Panik! Tak Cuma Cuaca, Lautan Ikut Panas Mendidih
    Insight News

    Ilmuwan Panik! Tak Cuma Cuaca, Lautan Ikut Panas Mendidih

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 April 2023Updated:29 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Beberapa waktu belakangan ini, cuaca panas ekstrem terjadi di sejumlah wilayah dunia, seperti Indonesia, China, Thailand, Bangladesh, Myanmar, Laos, dan India. Bahkan, Bangladesh sempat menembus suhu di atas 50 derajat celsius.

    Namun, ternyata suhu yang mendidih tidak hanya terjadi pada cuaca, tetapi juga lautan global. Beberapa waktu ini, temperatur samudra mendadak meningkat hingga mencapai rekor.

    Dilansir dari Metro, sejak 1 April 2023 lalu, temperatur lautan tembus hingga 21,1 derajat Celsius selama enam hari berturut-turut. Angka itu disebut sebagai rekor baru bila dibandingkan dengan catatan suhu pada 2016, yakni 21 derajat Celsius.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Belum diketahui secara pasti mengapa perubahan bisa begitu cepat terjadi,” kata ahli kelautan di tim penelitian Mercator Ocean International, Karina Von Schuckmann, dikutip Sabtu (29/4/2023).

    Sejauh ini, ilmuwan masih meneliti penyebab suhu laut yang mendadak hangat. Kemungkinan besar, fenomena ini berkaitan dengan dimulainya El Nino serta pemanasan global. Jika demikian, suhu lautan berpotensi terus naik dan kembali mengukir rekor dalam waktu dekat.

    Laut yang semakin hangat menimbulkan sejumlah kekhawatiran bagi ilmuwan, termasuk pengaruh terhadap suhu global secara keseluruhan. Dikaitkan dengan ramalan El Nino yang kuat selama beberapa bulan ke depan, fenomena ini disebut dapat membuat bumi mendekati peningkatan suhu global sebesar 1,5 derajat Celsius.

    Ahli kelautan National National Oceanic and Atmospheric Administration, Gregory C Johnson, mengatakan bahwa pemicu suhu air laut meningkat bukan hanya El Nino. Namun, ada sejumlah gelombang panas laut atau titik pemanasan tak sesuai dengan pola El Nino, seperti di Pasifik utara dekat Alaska dan lepas pantai Spanyol.

    “Ini adalah pola yang tidak biasa. Ini adalah peristiwa ekstrem dalam skala global, adalah sinyal yang sangat besar. Saya pikir akan membutuhkan beberapa tingkat upaya untuk memahaminya,” cetus pakar dari Princeton University, Gabe Vecchi.

    Sebagai informasi, terakhir kali El Nino menerpa Bumi adalah pada 2016. Kemudian, fenomena El Nino digantikan oleh fenomena cuaca La Nina yang dingin. Meskipun tanpa El Nino, suhu Bumi dinilai akan terus meningkat.


    Insight for you Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.