Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ilmuwan China Sukses Uji Coba Baterai Tenaga Manusia
    Insight News

    Ilmuwan China Sukses Uji Coba Baterai Tenaga Manusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 April 2024Updated:1 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Peneliti China menguji coba baterai yang diisi ulang oleh metabolisme tubuh manusia. Perangkat yang disebut sebagai baterai sodium-oksida ini terbukti berhasil dan aman dalam pengujian di tikus laboratorium.

    Tujuan utama pengembangan baterai “tenaga manusia” ini adalah untuk mencari sumber daya baru untuk perangkat yang ditanam untuk mendukung fungsi organ. Contohnya adalah perangkat pacu jantung dan stimulator lambung.

    Perangkat yang ditanam di dalam tubuh manusia saat ini menggunakan baterai dengan daya yang terbatas. Ketika baterai ini kehabisan energi, pasien harus melalui operasi bedah untuk menggantinya dengan yang baru.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Hasil uji coba baterai sodium oksida dilaporkan dalam jurnal Chem. Penulisnya adalah sekelompok peneliti dari Tianjin University of Technology dan Xizheng Liu.

    Baterai buatan tim Universitas Tianjin “mengecas” ulang menggunakan oksigen yang ada di tubuh manusia. Oksigen digunakan sebagai katoda, unsur dari baterai yang memfasilitasi aliran listrik.

    Fungsi elektroda diambil oleh emas dan sodium di dalam baterai. Emas dan sodium bereaksi dengan oksigen untuk memproduksi listrik dalam proses yang terjadi di dalam lindungan selaput plastik.

    Para peneliti menyatakan baterai hasil pengembangan mereka bisa berfungsi tanpa kehabisan sumber energi karena tubuh manusia terus menerus memproduksi oksigen.

    Baterai ini telah diuji coba menggunakan tikus laboratorium. Perangkat baterai yang ditanam di bawah kulit tikus menghasilkan listrik bertegangan 1,3-,1,4 Volt. Peneliti menyatakan tidak menemukan permasalahan kesehatan atau pembengkakan di tikus laboratorium.

    Energi yang dihasilkan oleh baterai dalam uji coba masih belum cukup besar sebagai sumber energi perangkat implan. Namun, mereka menegaskan bahwa uji coba ini sukses membuktikan konsep baterai tenaga oksigen, termasuk keselamatannya.

    “Oksigen adalah sumber kehidupan kita. Jika kita bisa menggunakan suplai oksigen di dalam tubuh, masa pakai baterai lagi dibatasi oleh daya tahan material yang digunakan di baterai konvensional,” tulis para peneliti di jurnal Chem.



    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.