Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ikut Jokowi, Berita Kanada Siap-siap Diblokir Google
    Insight News

    Ikut Jokowi, Berita Kanada Siap-siap Diblokir Google

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Juli 2023Updated:1 Juli 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Google menegaskan bakal memblokir artikel dari media di Kanada agar tidak muncul dalam hasil pencarian. Kebijakan ini menyusul setelah disahkannya Undang-Undang (UU) baru yang mengharuskan Google membayar sejumlah biaya kepada perusahaan media di negara tersebut.

    Petugas Anggaran Parlemen Kanada memperkirakan dalam RUU yang baru disahkan minggu lalu itu akan menghasilkan US$ 329 juta untuk ruang redaksi Kanada setiap tahun.

    Dalam RUU ini, perusahaan teknologi raksasa seperti Google dan Meta diwajibkan membayar ketika mereka menautkan berita ke dalam hasil pencarian atau umpan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Di sisi lain, langkah tersebut berdampak besar pada penerbit yang mengandalkan penelusuran Google untuk menarik pembaca. Adapun dampak itu disebut sudah mulai memengaruhi beberapa pengguna.

    Perusahaan Penyiaran Kanada, yang merupakan salah satu organisasi berita terbesar di Kanada, mengatakan akan mendorong warga Kanada untuk membuka langsung situs web untuk mengakses berita.

    “Teknologi besar lebih suka menghabiskan uang dengan mengubah platform mereka untuk memblokir berita dari Kanada daripada membayar sebagian kecil dari miliaran yang mereka hasilkan dalam dolar iklan,” kata anggota Parlemen untuk Honoré-Mercier Pablo Rodriguez dikutip dari CNBC Internasional, Sabtu (1/7/2023).

    Tak hanya itu, Meta juga mengatakan akan mulai memblokir outlet berita Kanada agar tidak muncul di Facebook atau Instagram setelah RUU itu disahkan.

    Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau turut menyayangkan kebijakan Google tersebut. Dia bilang, raksasa internet lebih suka memutus akses orang Kanada ke berita lokal daripada membayar bagian mereka yang adil adalah masalah nyata.

    “Sekarang mereka menggunakan taktik intimidasi untuk mencoba dan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Itu tidak akan berhasil,” kata dia.

    Kebijakan ini sebenarnya sudah dicetuskan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Presiden menekankan, Google dan Facebook harus membayar berita ke perusahaan media. Desakan itu akan dituangkan dalam Perpres Publisher Rights.

    Google mengomentari wacana regulasi tersebut dengan menyinggung ‘hubungan antara perusahaan teknologi dan industri berita’.

    Perusahaan menegaskan solusi terbaiknya adalah menyusun regulasi agar bisa bermanfaat untuk masyarakat dan berharap bisa ikut terlibat dalam upaya tersebut.


    Artikel Selanjutnya


    Jokowi Punya Jurus Rahasia Lawan Google dan Facebook

    (dce)


    High Technology Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.