Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ikut Aturan Jokowi, Tetangga RI Bikin Google-Facebook Waswas
    Insight News

    Ikut Aturan Jokowi, Tetangga RI Bikin Google-Facebook Waswas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 September 2023Updated:7 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah Malaysia mempertimbangkan aturan yang mewajibkan raksasa internet seperti Google dan Facebook untuk membayar konten dari sumbernya, yakni perusahaan media setempat.

    Aturan ini sama seperti yang ditetapkan Kanada dan mengakibatkan Facebook memblokir konten berita di negara tersebut. Google juga menentang aturan itu, namun belum bereaksi.

    Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo juga sudah mencanangkan aturan serupa yang dinamai ‘Publisher Rights’. Aturan itu masih dikaji Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan belum disahkan.

    Mengutip laporan Reuters, Rabu (6/9/2023), pemerintah Malaysia tengah berdiskusi dengan Google, Meta, dkk untuk menetapkan kerangka aturan. Hal tersebut disampaikan Komisi Komunikasi dan Multimedia Malaysia (MCMC) dalam keterangan resminya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut MCMC mekanisme aturan berkiblat pada ‘Onine News Act’ yang telah disahkan pemerintah Kanada. Google dan Facebook diminta memberikan kompensasi dari setiap klik konten berita yang didistribusikan via platform mereka.

    Klik tersebut dinilai mendatangkan pendapatan iklan. Untuk itu, sudah sewajarnya jika perusahaan media selaku pembuat konten turut menikmati penghasilan tersebut.

    MCMC mengatakan aturan ini merupakan upaya pemerintah untuk memberikan solusi atas ketidakseimbangan pendapatan digital antara penyedia platform dengan perusahaan media.

    “Kami ingin memastikan kompensasi yang adil bagi pembuat berita,” tertera dalam keterangan resminya.

    Selain soal kompensasi ke perusahaan media, MCMC juga mengatakan telah berdiskusi dengan Google, Facebook, dkk terkait konten negatif di platform mereka. Contohnya yang berhubungan dengan kekerasan seksual pada anak, judi online, dan penipuan keuangan online.


    Artikel Selanjutnya


    Ikut Jokowi, PM Kanada Teriak Dibully Google dan Facebook

    (fab/fab)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.