Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Mumi Sebar Wabah Penyakit Berbahaya, Ini Kata Ilmuwan
    Insight News

    Heboh Mumi Sebar Wabah Penyakit Berbahaya, Ini Kata Ilmuwan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Juli 2024Updated:10 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak penyakit diderita oleh masyarakat Mesir kuno. Hasil penelitian menunjukkan banyak penyakit menular yang ditemukan dari jejak peradaban Mesir kuno, seperti cacar, tuberkulosis, dan kusta.

    Salah satu contohnya adalah temuan cacar pada tubuh Ramesses V, firaun ke-4 dari dinasti ke-20 Mesir. Bekas luka cacar ditemukan di sekujur tubuhnya yang kini menjadi mumi.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan cacar telah diberantas dari seluruh dunia pada 1980. Namun, muncul pertanyaan dari sekelompok orang.

    Mungkinkah beribu-ribu tahun setelahnya, penemuan mumi baru bisa turut menyebarkan cacar atau penyakit lain dari tubuh mereka?

    Direktur laboratorium penyakit kuno sekaligus peneliti senior di Jurusan Arkeologi University of Cambridge, Piers Mitchell, mengatakan hal tersebut kemungkinan besar tak akan terjadi.

    “Kebanyakan parasit akan mati dalam 1-2 tahun di tubuh manusia yang meninggal,” kata dia, dikutip dari Live Science, Rabu (10/7/2024).

    “Jika sudah lebih dari 10 tahun, semua di dalam tubuh sudah mati,” ia menekankan.

    Virus cacar hanya bisa bereproduksi di dalam sel makhluk yang hidup. Hal tersebut juga berlaku bagi bakteri yang menyebabkan tuberkulosis dan kusta.

    Faktor lain yang menurunkan kemungkinan seseorang tertular penyakit dari mumi adalah degradasi DNA dari waktu ke waktu. Mitchell mengatakan DNA dari virus dan bakteri sejatinya memiliki umur singkat.

    Rantai DNA parasit hanya memiliki 50-100 pasang. Lama-kelamaan DNA itu akan berdegradasi dan hancur.

    “Tidak ada yang bisa bertahan setelah DNA tercerai-berai, tidak ada yang bisa bangkit,” kata Mitchell.

    Ada beberapa parasit seperti cacing usus yang bisa tersebar melalui tinja. Parasit ini bisa bertahan lebih lama dan tidak memerlukan inang untuk bertahan hidup.

    Namun, tetap saja tak perlu khawatir parasit ini akan ditularkan dari mumi.

    “Ada beberapa parasit yang lebih kuat dan bisa bertahan hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Namun, tak ada yang bisa bertahan hingga ribuan tahun,” kata Mitchell.

    Meski tetap ada kemungkinan organisme kuno masih hidup dan bisa menular, alat pengaman seperti masker dan sarung tangan bisa dimanfaatkan peneliti untuk mencegah terkontaminasi oleh virus-virus dari tubuh mumi.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Strategi Indosat Maksimalkan Konektivitas di Indonesia

    (fab/fab)

    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.