Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Heboh Kacamata Rp 55 Juta Apple Dikembalikan Pembeli
    Insight News

    Heboh Kacamata Rp 55 Juta Apple Dikembalikan Pembeli

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 Februari 2024Updated:17 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Apple baru mulai menjual Vision Pro dengan hargaUS$ 3.500 (Rp 55 juta). Alih-alih mendapat pengalaman yang menyenangkan, para pembeli malah mengembalikan produk tersebut ke toko.

    Dalam beberapa hari terakhir ada banyak pengguna yang mengembalikan perangkat ini. Apple sendiri mengizinkan pembeli mengembalikan produk apa pun dalam waktu 14 hari setelah pembelian.

    Kenyamanan adalah salah satu alasan pengembalian yang paling banyak menjadi alasan. Orang-orang mengatakan headset membuat mereka sakit kepala dan memicu mabuk perjalanan. Beratnya perangkat, dan fakta bahwa sebagian besar terpasang di depan wajah juga menjadi keluhan lainnya.

    Parker Ortolani, manajer produk The Verge, mengatakan bahwa menurutnya penggunaan perangkat tersebut menyebabkan pecahnya pembuluh darah di matanya. Setidaknya satu orang lainnya mencatat bahwa mereka memiliki pengalaman serupa dengan kemerahan pada bagian mata.

    “Meskipun penggunaannya sangat ajaib seperti yang saya harapkan, namun ternyata terlalu tidak nyaman untuk dipakai bahkan untuk waktu yang singkat karena beratnya dan desain talinya. Saya ingin menggunakannya, tapi takut memakainya,” kata Ortolani, yang juga memposting tentang pengembalian perangkat tersebut, dikutip dari The Verge, Jumat (16/2/2024).

    “Terlalu mahal dan berat untuk mencoba membiasakan diri dengan sakit kepala dan ketegangan mata yang terus-menerus saya alami. Saya akan kembali untuk berikutnya.”

    Ini tidak mengherankan, sebab pada perangkat wearable apalagi seperti kacamata VR Kenyamanan pasti dikorbankan, dan hal ini memberikan dampak yang tidak proporsional kepada banyak orang.

    Namun ternyata soal proporsi perangkat bukanlah satu-satunya masalah. Keluhan lainnya adalah Vision Pro tidak menawarkan produktivitas yang cukup dibandingkan harganya.

    Seorang pengguna mencatat di Threads bahwa melihat layar Figma membuat mereka merasa pusing tetapi perangkat tersebut juga tidak dapat digunakan untuk pekerjaan mereka. Insinyur lain menulis di platform media sosial X bahwa pengalaman coding gagal meyakinkan dia, serta ada masalah fokus yang menyebabkan sakit kepala.

    “Jika saya tidak menggunakan ini untuk produktivitas, dan saya tidak menyukainya untuk hiburan, dan tidak ada cukup permainan untuk dimainkan, saya tidak dapat membenarkan untuk tetap menyimpannya ” tulis salah satu pengguna Reddit.

    Sulit untuk mengatakan bagaimana sebagian orang pengguna awal yang vokal ini akan berdampak pada Vision Pro di masa depan. Banyak Apple fanboy yang akan mengembalikan perangkat tersebut, menyatakan bahwa mereka ingin mencoba Vision Pro generasi kedua.

    Sementara yang lain menekankan bahwa masalahnya bukan pada teknologi, melainkan pada kurangnya aplikasi atau kenyamanan pada perangkat.

    Meskipun para pengguna banyak yang mengeluh, tidak ada data pasti berapa banyak mereka yang mengembalikan Vision Pro atau ekspektasi internal Apple terhadap Vision Pro.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT



    Techno for life Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.