Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hati-hati Selfie Pegang KTP Kena Tagihan Pinjol Rp 1 Miliar, Ngeri!
    Insight News

    Hati-hati Selfie Pegang KTP Kena Tagihan Pinjol Rp 1 Miliar, Ngeri!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Juli 2024Updated:11 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Penipuan modus baru ditemukan di Pusat Grosir Cililitan (PGC), Jawa Timur. Sebuah toko HP berinisial R meminta pelamar kerja untuk selfie dengan menggunakan KTP.

    Ternyata, toko tersebut berniat mencuri data pribadi sang pelamar kerja untuk mengajukan pinjaman online (pinjol).

    Temuan sementara, ada 27 korban penipuan yang terjerat modus lowongan kerja di toko HP tersebut. Total kerugian yang dialami mencapai Rp 1 miliar.

    Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi. Dalam aksi penipuan itu, R selaku terlapor menawarkan pekerjaan sebagai admin counter handphone kepada korban.

    Tak cuma itu, R juga menawarkan undian berhadiah kepada korbannya. Namun, ada syarat-syarat yang diminta yang sejatinya merupakan taktik pencurian identitas.

    “Kemudian korban diminta oleh terlapor untuk menyerahkan beberapa persyaratan, antara lain identitas diri, data diri, KTP, dan juga foto selfie dengan KTP,” kata Ade Ary dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (11/7/2024).

    Selanjutnya, data-data pribadi itu dipakai untuk mengajukan pinjol tanpa sepengetahuan korban.

    “Melakukan pinjaman-pinjaman online, dengan cara menginstal di aplikasi handphone milik para korban. Jadi seolah-olah korban itu melakukan pinjaman, antara lain, kredit online ya,” Ade Ary menjelaskan.

    Hingga kini kasus tersebut masih diselidiki oleh penyidik Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan untuk mengusut kasus tersebut.

    Salah satu korban, Muhammad Lutfi (31), mengatakan kasus bermula pada awal Mei 2024. Ia dan puluhan pelamar kerja lainnya dijanjikan untuk bekerja dengan syarat menyerahkan KTP dan ponsel, sekaligus surat lamaran.

    “Tiba-tiba ada transaksi tagihan pinjaman dan kredit ‘online’. Sedangkan kami para korban tidak pernah mengajukan transaksi tersebut,” Lutfi menjelaskan.

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Strategi Indosat Maksimalkan Konektivitas di Indonesia





    Next Article



    Gaya Penipuan Baru 2024 di WA dan Email, Rekening Dikuras Habis



    (fab/fab)

    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.