Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hanya Ngerinya AI yang Bikin Amerika dan China Akur
    Insight News

    Hanya Ngerinya AI yang Bikin Amerika dan China Akur

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa2 November 2023Updated:2 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – China setuju untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat, Uni Eropa, dan negara-negara lain untuk secara kolektif mengelola risiko dari kecerdasan buatan (AI).

    Persetujuan ini terjadi saat pertemuan di Inggris yang digelar untuk memetakan peta jalan yang aman bagi teknologi AI.

    Lebih dari 25 negara yang hadir, termasuk Amerika Serikat dan China, serta Uni Eropa, menandatangani “Deklarasi Bletchley” yang menyatakan bahwa negara-negara perlu bekerja sama dan menetapkan pendekatan umum dalam pengawasan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Beberapa eksekutif teknologi dan pemimpin politik telah memperingatkan bahwa perkembangan AI yang pesat akan menimbulkan ancaman nyata bagi dunia jika tidak dikendalikan. AI dapat memicu perlombaan di antara pemerintah dan lembaga internasional untuk merancang perlindungan dan peraturan.

    Dalam upaya pertama negara-negara Barat untuk mengelola pembangunan yang aman, seorang wakil menteri China bergabung dengan para pemimpin AS dan UE serta bos teknologi seperti Elon Musk dan Sam Altman dari ChatGPT di Bletchley Park.

    Deklarasi ini menetapkan dua agenda yang berfokus pada identifikasi risiko-risiko menjadi perhatian bersama, dan membangun pemahaman ilmiah mengenai risiko-risiko tersebut. Serta mengembangkan kebijakan lintas negara untuk memitigasi risiko-risiko tersebut.

    Wu Zhaohui, wakil menteri ilmu pengetahuan dan teknologi Tiongkok, mengatakan pada sesi pembukaan bahwa Beijing siap meningkatkan kolaborasi dalam keselamatan AI untuk membantu membangun kerangka tata kelola internasional.

    “Negara-negara terlepas dari ukuran dan skalanya mempunyai hak yang sama untuk mengembangkan dan menggunakan AI,” katanya, dikutip dari Reuters, Kamis (2/11/2023).

    Kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap perekonomian dan masyarakat muncul pada November tahun lalu ketika OpenAI yang didukung Microsoft membuat ChatGPT tersedia untuk umum.

    Dengan menggunakan alat pemrosesan bahasa alami untuk menciptakan dialog mirip manusia, menimbulkan ketakutan, termasuk di antara beberapa pentolan AI.

    Mereka khawatir mesin pada waktunya nanti akan mencapai kecerdasan yang lebih tinggi daripada manusia, sehingga menimbulkan konsekuensi yang tidak terbatas dan tidak diinginkan.



    Artikel Selanjutnya


    Video: Kecerdasan Buatan di Pusaran Politik RI

    (dem/dem)


    Innovation Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.