Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hacker China-Rusia Ketahuan Kompak Pakai Teknologi Amerika
    Insight News

    Hacker China-Rusia Ketahuan Kompak Pakai Teknologi Amerika

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Februari 2024Updated:15 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Peretas dari China, Rusia, Korea Utara, hingga Iran, ternyata memilih menggunakan teknologi asal Amerika Serikat (AS). Untuk melancarkan aksinya, negara-negara tersebut dilaporkan menggunakan tools dari OpenAI.

    OpenAI merupakan perusahaan pembuat chatbot populer ChatGPT. Temuan itu ditemukan Microsoft, yang merupakan mitra dan pemegang saham signifikan di OpenAI.

    Perusahaan mengatakan telah melacak kelompok peretas dari China, Rusia, Korea Utara, dan Iran, menggunakan pemodelan (LLM) milik OpenAI. Program tersebut menggunakan teks untuk menghasilkan respons seperti manusia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Setelah mengumumkan temuan itu, Microsoft menegaskan tidak ingin tool-nya digunakan untuk kejahatan.

    “Terlepas dari apakah ini melanggar hukum atau ketentuan layanan yang kami identifikasi, kami tidak ingin mereka memiliki akses pada teknologi,” kata Wakil Presiden untuk Keamanan Pelangan, Tom Burt, dikutip dari Reuters, Kamis (15/2/2024).

    Burt mengatakan penggunaan AI oleh peretas masih ‘tahap awal’ dan ‘inkremental’. Belum ada yang bisa membuat terobosan lebih lanjut dari aktivitas tersebut.

    “Kami melihat mereka menggunakan teknologi ini seperti pengguna lainnya,” ungkapnya.

    Hanya China yang buka suara soal tudingan tersebut. “Kami menentang fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar pada China. Kami juga menganjurkan penerapan teknologi AI yang aman, andal, dan terkendali untuk meningkatkan kesejahteraan umum seluruh manusia,” kata Juru bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Pengyu.

    Sementara pihak pemerintah Rusia, Korea Utara, dan Iran belum memberikan komentar.

    Reuters mengatakan ancaman tersebut telah diungkap pejabat senior keamanan siber di negara Barat sejak tahun lalu. Mereka mengatakan sejumlah pihak jahat menyalahgunakan tool buatan OpenAI.




    Techno update Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.