Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Hacker Anonymous Bela Ukraina, Matikan Website Penting Rusia
    Insight News

    Hacker Anonymous Bela Ukraina, Matikan Website Penting Rusia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Maret 2022Updated:2 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    hacker as lumpuhkan internet korut
    Keyboard hacker AS
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah kelompok Anonymous disebut telah meretas database Kementerian Pertahanan Rusia. Kelompok ini diyakini telah meretas beberapa saluran TV pemerintah untuk menampilkan konten pro-Ukraina.

    Mereka bahkan secara terbuka menyatakan perang terhadap Rusia. Para hacker itu secara kolektif men-tweet dari akun yang ditautkan ke Anonymous, @YourAnonOne, bahwa rezim Vladimir Putin berada di depan mata.

    Melansir laman The Guardian, Selasa (1/3/2022), kelompok tersebut telah mengklaim atas beberapa insiden dunia siber yang terjadi, termasuk serangan penolakan layanan terdistribusi.

    Dimana sebuah situs menjadi tidak dapat dijangkau dengan dibombardir trafiknya. Serangan DDoS tampaknya masih bekerja pada Minggu (27/2) sore, dengan situs resmi Kremlin dan Kementerian Pertahanan masih tidak dapat diakses.

    Anonymous juga mengatakan telah meretas database Kementerian Pertahanan. Mereka juga mengklaim telah meretas saluran TV pemerintah Rusia dengan memposting konten pro-Ukraina termasuk lagu-lagu patriotik dan gambar dari invasi.

    amie Collier, seorang konsultan di perusahaan keamanan siber AS Mandiant, mengatakan sulit untuk secara langsung mengaitkan aktivitas ini dengan Anonymous. Karena entitas yang ditargetkan kemungkinan akan enggan untuk mempublikasikan data teknis terkait.

    Namun, kolektif Anonymous memiliki rekam jejak dalam melakukan kegiatan semacam ini dan itu sangat sesuai dengan kemampuan mereka.”

    Target kelompok ini dulu termasuk CIA, Gereja Scientology dan Negara Islam. Mereka mulai kembali aktif setelah pembunuhan George Floyd. Seorang mantan anggota Anonymous menggambarkan prinsip panduannya sebagai “anti-penindasan”.

    Russia Today (RT) secara terbuka mengaitkan masalah situs webnya dengan Anonymous. Media pemerintah Rusia itu mengklaim serangan berasal dari AS setelah mereka menerbitkan “deklarasi perangnya”.

    Seorang juru bicara RT mengatakan, setelah pernyataan oleh Anonymous, situs web RT menjadi subjek serangan DDoS besar-besaran dari sekitar 100 juta perangkat, sebagian besar berbasis di AS.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Techno update Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.